
Baznas dan AVPN Perkuat Sinergi Filantropi
16 menit yang lalu
Perajin difabel mengembangkan keterampilan membatik dan memperoleh penghasilan dari karya yang dipasarkan.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Batik Ge Hade dikembangkan oleh perajin difabel di UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (PPSGHD) Dinas Sosial Jawa Barat sebagai kegiatan vokasional yang mendukung kemandirian ekonomi.
Pusat pelatihan dan produksi itu berada di kawasan perbatasan Bandung dan Cimahi. Program membatik dimulai sekitar 2020, sedangkan jumlah peserta pelatihan rehabilitasi sosial mencapai 120 orang per tahun dalam dua angkatan, masing-masing berdurasi 5,5 bulan.
Salah satu perajinnya, Nurdin, warga binaan asal Cianjur, kini menjadi koordinator pewarnaan. Ia bergabung dengan fasilitas tersebut pada 2020 setelah sebelumnya beternak ayam di kampungnya.
Nurdin mengatakan pelatihan membatik dimulai dari dasar, termasuk cara memegang canting, mencampur warna, dan membuat motif. Ia merasa bangga ketika mengetahui karya mereka dibeli dan dikenakan oleh orang lain.
Perajin lain, Anggi, mengikuti pelatihan batik sejak 2020. Menurut laporan yang sama, insentif dari penjualan produk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya; Anggi mengatakan ia ingin mandiri dan tidak terus menjadi beban keluarga.
Kepala UPTD PPSGHD Dinas Sosial Jawa Barat, Andina Rahayu, mengatakan pelatihan membatik pada awalnya menjadi kegiatan harian sekaligus terapi psikomotorik. Program rehabilitasi sosial itu juga menyediakan pelatihan keterampilan lain, seperti mengolah pangan, menjahit, barista, pijat, dan cuci motor.
Menurut Andina, produk Batik Ge Hade mulai dipasarkan secara lebih gencar sekitar 2022. Pada 2024–2025, omzet penjualan fasilitas tersebut rata-rata mencapai Rp50 juta per bulan, dengan karya 15 perajin difabel; kainnya juga digunakan untuk busana yang dikenakan grup TWICE dalam konser di Jakarta.
Andina mengatakan hasil penjualan dikelola untuk modal bahan baku dan dibagikan kepada perajin sebagai honorarium. Dalam laporan yang sama, Bank Indonesia Jawa Barat disebut memfasilitasi peluncuran perdana Batik Ge Hade pada acara Batik Walk 2026, Minggu (9/8/2026), yang berlangsung dari Titik Nol KM Jalan Asia Afrika hingga Gedung Bank Indonesia Bandung.