
Tenun Sumba Menyimpan Pola Geometri
13 menit yang lalu
Kerja sama diarahkan pada pengukuran dampak sosial, penguatan pengelola zakat, dan pemberdayaan masyarakat.
Terbit · 1 min read

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI membangun sinergi dengan Asia Venture Philanthropy Network (AVPN) untuk mengembangkan pengukuran dampak sosial dan memperluas jejaring filantropi Islam global. Menurut laporan ANTARA, Wakil Ketua Baznas RI Zainut Tauhid Sa’adi menyampaikan kerja sama itu sejalan dengan upaya memperkuat pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Zainut menyampaikan keterangan tersebut di Jakarta pada Minggu (1/11/2026).
Menurut Zainut, Baznas terbuka terhadap inovasi tata kelola dan ingin memanfaatkan potensi ZIS untuk investasi berdampak. Ia mengatakan kerja sama dapat mencakup penerapan standar internasional dalam mengukur dampak sosial, peningkatan kapasitas amil, serta perluasan jangkauan program pengentasan kemiskinan.
Ia menyampaikan Baznas tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan jangka pendek. Lembaga itu juga mendorong program pendayagunaan yang menurutnya dapat menghasilkan perubahan sistemik, terukur, dan selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Zainut memaparkan tiga fokus sinergi. Pertama, mengintegrasikan standar pengukuran dampak sosial internasional ke dalam program pemberdayaan, termasuk ZMart, Balai Ternak, dan beasiswa.
Fokus kedua adalah memperkuat kapasitas dan jejaring pengelola zakat melalui pelatihan serta pertukaran praktik pengelolaan filantropi internasional. Fokus ketiga, menurut Zainut, ialah memasifkan syiar peran filantropi Islam sebagai pilar strategis pencapaian SDGs di kawasan Asia-Pasifik.
Baznas juga mendorong pengarusutamaan filantropi berbasis keimanan untuk menjawab persoalan sosial dan ekonomi. Isu yang menjadi perhatian meliputi perubahan iklim, akses pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat secara inklusif.
Direktur Eksekutif Bidang Filantropi AVPN Kurt Peleman menyambut peluang kerja sama tersebut. Ia menilai sinergi dapat mempertemukan modal sosial berbasis agama dengan pendekatan filantropi modern, serta menyebut Indonesia memiliki posisi strategis dalam ekosistem investasi sosial Asia-Pasifik dan zakat berpotensi mendukung pembangunan berkelanjutan.