
Internet Bantu Petani Kakao Buol Kembangkan Usaha
11 menit yang lalu
Kemenkes mendorong penerimaan sosial dan pemantauan tumbuh kembang anak dengan sindrom Down.
Terbit · 1 min read

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi, mengajak masyarakat merangkul penyandang sindrom Down untuk membantu mengurangi kesepian. Menurut laporan ANTARA, ia juga mendorong orang tua memanfaatkan layanan kesehatan di puskesmas.
Ajakan itu disampaikan dalam kegiatan jalan sehat bersama anak dengan sindrom Down di Jakarta pada Minggu (1/11/2026).
Endang mengatakan kesehatan tidak hanya berarti terbebas dari penyakit fisik, tetapi juga mencakup kesehatan jiwa yang berkaitan dengan penerimaan sosial. Ia menyebut kesepian dapat berdampak nyata terhadap kesehatan jiwa.
“Kesepian adalah ketika seseorang merasa tidak diterima, tidak dilibatkan, tidak dianggap ada, dan kesepian itu nyata dampaknya bagi kesehatan, terutama kesehatan jiwa,” kata Endang.
Ia mengajak masyarakat melakukan hal sederhana, seperti menyapa, tersenyum, dan mengajak penyandang disabilitas bermain. Kemenkes juga mengimbau orang tua untuk terus memantau tumbuh kembang anak melalui fasilitas kesehatan primer.
Endang meminta orang tua datang ke puskesmas dan bergabung dengan komunitas. Ia mengatakan pemerintah berkomitmen memperkuat deteksi dini serta penanganan masalah kesehatan penyerta melalui program cek kesehatan gratis di fasilitas tingkat pertama.
Menurut laporan yang sama, Ketua Umum Persatuan Orang Tua Anak dengan Sindrom Down (POTADS), Eliza Rogi, mengatakan kegiatan itu digelar untuk meramaikan Bulan Kesadaran Sindrom Down yang diperingati setiap Oktober. Ia menyebut tema tahun ini mengajak masyarakat bersama-sama melawan kesepian yang berkaitan dengan stigma dan pengabaian.
Kolaborasi keluarga, komunitas, dan fasilitas kesehatan diharapkan mampu menciptakan lingkungan inklusif bagi penyandang sindrom Down agar mereka dapat berdaya dan berkarya.