
Fleetwood Singkirkan Arsenal di Piala Liga
15 menit yang lalu
BGN menyatakan SPPG di Dramaga disuspensi dan sampel makanan diuji, sementara 13 siswa masih diobservasi.
Terbit · 2 min read

Badan Gizi Nasional (BGN) menangguhkan sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Dramaga, Bogor, Jawa Barat, setelah siswa diduga keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut laporan CNNIndonesia.com, BGN mencatat 13 siswa masih diobservasi.
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan kepada CNNIndonesia.com pada Selasa (27/10/2026) bahwa menu MBG tersebut masih diuji di laboratorium. "Saat ini, sampel makanan juga dalam proses pengujian lab, nanti kita tunggu hasilnya seperti apa. Yang jelas, saat ini SPPG yang bersangkutan juga sudah dikenakan suspen."
Menurut Tysa, dugaan sementara penyebab gangguan kesehatan para siswa berasal dari bumbu kacang pada menu sate MBG. Ia menyebut SPPG penyedia menu itu tidak memproses bumbu kacang dari awal, melainkan memakai bumbu kacang yang sudah digiling, sedangkan investigasi masih berlangsung.
Tysa juga meluruskan jumlah siswa SMP di Dramaga yang terdampak. Menurut laporan yang sama, ia menyatakan hingga sore hari yang masih diobservasi adalah 13 orang, bukan 400 orang seperti yang diberitakan sejumlah media, dengan data dari tim lapangan yang terdiri dari BGN Pusat, Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG), dan tim asistensi.
Tysa menyebut para siswa menyantap MBG pada Senin (26/10/2026) siang, bukan pada Selasa. Beberapa siswa baru mengeluhkan diare pada Selasa dini hari.
Tysa menjelaskan asal angka 400. Pada Selasa pagi, guru mengumpulkan siswa yang makan MBG sehari sebelumnya dan menanyakan apakah mereka merasa sakit perut. Sekitar 400 siswa menjawab ya dan dibawa ke rumah sakit terdekat, dan Tysa menyebut kemungkinan ada faktor psikosomatis. Dari jumlah itu, 40 orang memerlukan observasi lanjutan hingga siang hari, dan hingga sore tersisa 13 orang.
Tysa menegaskan BGN tidak mengecilkan peristiwa tersebut. Menurut dia, 13 orang yang masih diobservasi di rumah sakit terdekat itu berasal dari lebih dari 2 ribu penerima manfaat di dua sekolah di Dramaga.
Bupati Bogor Rudy Susmanto, dengan mengutip detikcom pada Selasa (27/10/2026), mengatakan sebagian besar siswa sudah dipulangkan karena kondisinya membaik. "Alhamdulillah, kondisi para siswa berangsur membaik dan stabil bahkan akan dipulangkan."
Rudy menyebutkan para siswa sebagian besar ditangani tim kesehatan Puskesmas Cangkurawok, dan sejumlah orang sempat dirujuk ke beberapa rumah sakit. Ia memastikan seluruh biaya pengobatan ditanggung Pemerintah Kabupaten Bogor, baik di rumah sakit pemerintah, puskesmas, maupun rumah sakit swasta rujukan dari Puskesmas Cangkurawok.