
Astera Primanto Bhakti Jadi Sekjen Kemenkeu
13 menit yang lalu
Pemkab Blora menjajaki relokasi lokal bagi 535 keluarga terdampak pembangunan Bendung Karangnongko.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNNIndonesia.com, Pemerintah Kabupaten Blora menjajaki skema transmigrasi lokal bagi warga terdampak pembangunan Bendung Karangnongko. Sebanyak 535 kepala keluarga menghadapi persoalan hunian dan keberlanjutan kehidupan setelah harus meninggalkan permukiman yang menjadi lokasi bendung.
Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan hal itu saat bertemu Direktur Jenderal Planologi Kehutanan Kementerian Kehutanan Ade Tri Ajikusumah pada Selasa (20/10/2026). Pertemuan tersebut membahas penanganan warga dan persyaratan administrasi pembangunan bendung di wilayah Blora.
Arief meminta percepatan pembangunan berjalan seiring dengan penyelesaian persyaratan penanganan masyarakat terdampak. Salah satunya ialah persetujuan pelepasan kawasan hutan yang masuk area genangan bendung.
Menurut laporan yang sama, Arief mengatakan pengajuan pelepasan kawasan hutan di area genangan, bukan di lokasi konstruksi utama, telah sampai kepada Menteri Kehutanan. “Sekarang tinggal menunggu tanda tangan Bapak Menteri. Tahapan lainnya sudah selesai,” ujarnya.
Data dalam laporan tersebut menyebut pembangunan Bendung Karangnongko mencakup 1.037 bidang tanah di lima desa. Rinciannya, 17 bidang di Mendenrejo, 328 di Ngrawoh, 177 di Nginggil, 372 di Nglebak, dan 143 di Megeri.
Ngrawoh dan Nginggil disebut sebagai desa dengan dampak terbesar. Namun, laporan itu tidak merinci jumlah keluarga terdampak di masing-masing desa.
Transmigrasi lokal menjadi salah satu opsi relokasi yang akan dibahas lebih lanjut. Pemkab Blora berencana mengoordinasikan pembahasan dengan Kementerian Transmigrasi, mengikuti arahan Arief dan saran Dirjen Planologi Kehutanan.
Pembahasan itu dimaksudkan untuk menjajaki skema yang sesuai, termasuk lokasi penempatan dan mekanisme pelaksanaan. Pemkab Blora berharap pembangunan bendung dapat dipercepat bersamaan dengan kepastian hunian bagi warga terdampak.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.