
Maisy Kay Siapkan Single Baru tentang Cinta
13 menit yang lalu
BMKG menyebut kondisi atmosfer saat peralihan musim berpotensi memicu cuaca ekstrem di Bandung Barat.
Terbit · 1 min read

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut cuaca ekstrem yang merusak lebih dari 500 rumah dan fasilitas umum di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, dipicu kondisi atmosfer pada masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan. Menurut laporan ANTARA, Ketua Tim Meteorologi dan Klimatologi Stasiun Geofisika BMKG Bandung Muhamad Iid Mujtahiddin menyampaikan penjelasan itu di Bandung pada Rabu (28/10/2026).
Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin puting beliung melanda Padalarang pada Senin (26/10/2026). Kerusakan pada rumah dan fasilitas umum dilaporkan berkisar dari tingkat ringan hingga berat.
Iid mengatakan hujan lebat, angin kencang, puting beliung, dan hujan es berpotensi terjadi selama masa transisi musim. Ia menyebut musim hujan diprediksi mulai pada dasarian kedua November 2026.
Menurut laporan yang sama, Iid mengatakan sebagian wilayah Jawa Barat, termasuk Bandung Barat, berpotensi mengalami hujan ringan. Namun, hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang masih dapat terjadi secara lokal dalam durasi singkat.
Iid menyebut kelembapan udara pada ketinggian 700 milibar atau sekitar 3,5 kilometer di atas permukaan laut diperkirakan cukup tinggi selama beberapa hari ke depan dan mendukung pertumbuhan awan hujan. Potensi awan konvektif juga dipengaruhi suhu muka laut yang relatif hangat, gelombang atmosfer Rossby Ekuator, Madden-Julian Oscillation, serta labilitas atmosfer kategori sedang hingga kuat.
Ia menjelaskan El Nino masih memengaruhi cuaca meskipun Jawa Barat mulai memasuki peralihan menuju musim hujan. Fenomena itu diperkirakan berlangsung hingga awal 2027, dengan intensitas yang diprakirakan mulai menurun pada November 2026 hingga Januari 2027.
BMKG mengimbau masyarakat dan instansi terkait meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, termasuk hujan lebat hingga sangat lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Iid meminta masyarakat tetap tenang dan siaga, mengenali risiko di lingkungan sekitar, serta memperbarui informasi cuaca. Ia juga mengingatkan masyarakat agar mengikuti arahan dan protokol evakuasi pemerintah daerah jika terjadi bencana.