
Eric Ajak Pemuda Jakarta Pusat Tanamkan Patriotisme
14 menit yang lalu
Addin Jauharudin mendorong generasi muda menguasai teknologi sekaligus memperkuat keamanan dan etika digital.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor Addin Jauharudin menyatakan peringatan Sumpah Pemuda perlu menjadi momentum bagi generasi muda untuk menguasai dan mengendalikan teknologi. Ia menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara dalam National Cybersecurity Connect di Jakarta.
Addin berbicara pada Rabu (28/10/2026). Ia menilai tantangan era digital perlu dijawab dengan transformasi sumber daya manusia yang berkelanjutan, bukan sekadar mengenang perjuangan pemuda pada masa lalu.
“Sumpah Pemuda hari ini punya pesan penting yakni kuasai teknologi dan kendalikan teknologi. Itu kata kuncinya,” kata Addin. Menurutnya, penguasaan teknologi turut menentukan arah peradaban.
Ia mengatakan generasi muda sebaiknya tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga didorong menciptakan inovasi dan membangun perlindungan terhadap ancaman siber. “Ke depan, siapa yang menguasai teknologi, dia yang menguasai peradaban,” ujarnya.
Menurut laporan yang sama, Addin menilai perkembangan teknologi yang cepat membuka peluang penyalahgunaan, termasuk kejahatan siber yang dapat melintasi batas wilayah dan sulit dideteksi secara langsung. Karena itu, keamanan digital perlu diperkuat melalui sistem, regulasi, peningkatan kemampuan sumber daya manusia, dan etika digital.
Ia mengatakan regulasi saja tidak cukup untuk menangani persoalan di ruang digital. Pengguna teknologi juga perlu bertanggung jawab agar kemajuan tersebut tidak digunakan untuk merugikan orang lain atau memecah belah masyarakat.
Addin menekankan pemanfaatan teknologi perlu selaras dengan nilai Pancasila, terutama ketuhanan, kemanusiaan, dan persatuan. “Teknologi harus dibarengi dengan menjaga nilai ketuhanan, menjaga kemanusiaan, dan menjadikan teknologi sebagai alat untuk mempersatukan, bukan memecah belah,” katanya.
Untuk mendukung kedaulatan digital, Addin mengatakan GP Ansor memiliki badan siber dan mengembangkan sejumlah produk terkait teknologi. Organisasi otonom Nahdlatul Ulama itu juga berupaya meningkatkan kapasitas kader agar dapat berkontribusi pada ekosistem digital yang aman dan produktif.