
Kolumnis ANTARA Ulas Pilihan Indonesia di BoP
11 menit yang lalu
Hujan es dapat terbentuk dari awan Cumulonimbus dan umumnya berlangsung singkat di wilayah terbatas.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNBC Indonesia, BMKG Lampung menjelaskan potensi hujan es di wilayah Lampung yang dipicu pertumbuhan awan Cumulonimbus dengan arus udara naik yang kuat.
Laporan tersebut tidak menyebutkan waktu kejadian tertentu. Potensi hujan es dibahas untuk wilayah Lampung, dengan kondisi topografi Lampung Barat disebut dapat memengaruhi pertumbuhan awan.
BMKG menjelaskan, awan Cumulonimbus dapat membawa butiran air ke lapisan atmosfer yang suhunya berada di bawah titik beku. Butiran itu kemudian membeku dan mengalami proses di dalam awan sebelum jatuh sebagai hujan es.
Kondisi atmosfer yang tidak stabil dan ketersediaan uap air juga mendukung pembentukan awan konvektif yang kuat, menurut laporan yang sama.
Hujan es umumnya berlangsung singkat dan hanya terjadi di wilayah yang relatif terbatas. Laporan itu tidak menyebutkan wilayah atau waktu kejadian hujan es tertentu.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem, terutama hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Jika hujan es terjadi, masyarakat disarankan berlindung di bangunan kokoh dan menghindari ruang terbuka. Saat angin kencang dan petir, masyarakat juga diminta menjauhi pohon, papan reklame, serta jaringan listrik.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk memantau prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi lembaga tersebut.