
Menko Pangan dan Bulog Luncurkan Bantuan Beras
16 menit yang lalu
Peralihan musim dari kemarau ke hujan membuat BMKG meminta warga waspada suhu terik dan cuaca ekstrem.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta meminta masyarakat mewaspadai peningkatan suhu pada siang hari hingga terasa terik saat peralihan musim dari kemarau ke hujan.
Imbauan itu disampaikan Prakirawan BMKG Yogyakarta Anang Ariane saat dikonfirmasi di Yogyakarta, Sabtu (24/10/2026). "Perlu diwaspadai jika ada peningkatan suhu di siang hari sehingga cuaca menjadi panas dan terik," kata Anang.
Menurut Anang, hujan yang mengguyur Kota Yogyakarta dan sekitarnya pada Sabtu (24/10/2026) menandakan wilayah tersebut sudah memasuki masa peralihan musim dari kemarau ke hujan. Sebelumnya, wilayah itu tidak diguyur hujan selama beberapa bulan.
Selain suhu panas pada siang hari, masyarakat juga perlu waspada terhadap cuaca ekstrem seperti hujan lebat yang dapat terjadi pada sore hari selama periode tersebut.
Menurut laporan yang sama, BMKG Yogyakarta meminta masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana meteorologi meningkatkan kewaspadaan dan siaga menghadapi kejadian yang berpotensi terjadi pada musim hujan.
Warga yang tinggal atau beraktivitas dekat daerah rawan bencana hidrometeorologi disarankan memperbarui informasi cuaca secara berkala melalui kanal informasi cuaca resmi BMKG.
BMKG juga mengimbau semua pihak melakukan langkah mitigasi, antara lain membersihkan saluran air dan memangkas dahan pohon yang berisiko tumbang.
Pemangku kepentingan diminta memastikan struktur bangunan dan baliho di jalan raya dalam kondisi kuat untuk mengurangi potensi dampak cuaca ekstrem selama masa peralihan musim.
BMKG pun meminta semua pihak lebih siap dan antisipatif menghadapi dampak puncak musim hujan, khususnya di wilayah rawan banjir, tanah longsor, angin kencang, serta bencana hidrometeorologi lainnya.