
Jakarta Buka Peluang Investasi Hangzhou
20 menit yang lalu
Hibah akan mendukung rekonstruksi tiga jembatan dan rehabilitasi satu gedung sekolah terdampak bencana.
Terbit · 1 min read

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan hibah rehabilitasi dan rekonstruksi senilai Rp11,377 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Menurut laporan ANTARA, Bupati Lombok Timur Haerul Warisin menyampaikan hal itu dalam keterangan tertulis pada Jumat (6/11/2026).
Haerul mengatakan dana tersebut direncanakan untuk rekonstruksi tiga jembatan dan rehabilitasi satu gedung sekolah. Fasilitas-fasilitas itu terdampak bencana beberapa waktu lalu, tetapi sumber tidak menyebutkan tanggal kejadiannya.
Tiga jembatan yang direncanakan untuk direkonstruksi adalah Jembatan Apitaik-Teko di Desa Teko, Kecamatan Pringgabaya; Jembatan Ulem-ulem di Desa Tetebatu, Kecamatan Sikur; serta Jembatan Berang Panas-Jeruk Manis di Desa Jeruk Manis, Kecamatan Sikur.
Dana hibah juga dialokasikan untuk merehabilitasi gedung SMPN SATAP 1 Montong Gading di Desa Perian, Kecamatan Montong Gading. Haerul menyatakan bantuan pemerintah pusat itu penting untuk mempercepat pemulihan infrastruktur dan mendukung pulihnya aktivitas masyarakat.
Bupati berharap bantuan tersebut turut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ia juga mengharapkan keberadaan Balai Penanggulangan Bencana di tingkat Provinsi NTB agar koordinasi penanggulangan bencana lebih cepat dan pengawasan lebih mudah.
Haerul mengatakan keberadaan balai di provinsi dapat mendekatkan pelayanan kebencanaan. Menurut laporan yang sama, ia menyampaikan bahwa selama ini komunikasi terasa terlalu jauh.
Selain Lombok Timur, 35 daerah lainnya juga menerima hibah rehabilitasi dan rekonstruksi. Total anggaran keseluruhan hibah tersebut mencapai Rp564,572 miliar lebih.
Dana hibah akan dianggarkan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) BPBD masing-masing. Penggunaannya wajib mengikuti ketentuan yang berlaku.