
Jakarta Buka Peluang Investasi Hangzhou
11 menit yang lalu
Sejumlah negara mendorong warga menyiapkan makanan, air, obat-obatan, dan perlengkapan darurat.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip Newsweek, The Nation, dan Anadolu Agency, 35 negara meminta warganya menyiapkan persediaan darurat di tengah ancaman perang, cuaca ekstrem, dan serangan siber.
Laporan tersebut menyebut Thailand sebagai negara terbaru di Asia yang mengimbau kesiapsiagaan. Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana Thailand mendorong setiap rumah tangga menyiapkan tas darurat untuk kebutuhan 72 jam pertama.
Direktur Jenderal departemen itu, Nirat Pongsitthaworn, menyatakan tas darurat dapat berguna saat banjir bandang, gempa bumi, wabah penyakit, kerusuhan, maupun sabotase.
Komisi Eropa juga mendorong masyarakat menyiapkan tas perlengkapan keselamatan darurat dan memasukkan materi kesiapsiagaan ke sekolah dasar. Komisaris Manajemen Krisis Eropa Hadja Lahbib mengatakan pedoman itu bertujuan membekali masyarakat agar dapat melindungi diri saat keadaan darurat.
Menurut laporan yang sama, banyak negara menyarankan persediaan untuk tiga hari. Swedia dan Norwegia menyarankan persediaan selama sepekan, sedangkan Jerman menyarankan hingga 10 hari.
Pemerintah wilayah Normandia di Prancis mengimbau warga mulai bersiap sebelum keadaan darurat terjadi. Laporan tersebut juga mengutip Perdana Menteri Inggris Andy Burnham yang menyebut kacang-kacangan dan sup sebagai makanan yang ia rekomendasikan untuk disimpan.
Di Amerika Serikat, Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengatakan pangkalan militer perlu mampu beroperasi mandiri setidaknya tiga bulan jika pasokan dari luar terputus akibat konflik. Mantan Wakil Direktur FBI Dan Bongino mendorong warga menyiapkan radio, baterai, makanan darurat, dan tablet pemurni air.