
Anggota DPRA Minta Polisi Ungkap Pemodal Pabrik Sabu
16 menit yang lalu
BP BUMN menilai jalan layang Sitinjau Lauik dapat memperbaiki konektivitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi Sumbar.
Terbit · 1 min read

Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) menilai pembangunan jalan layang Sitinjau Lauik meningkatkan konektivitas di Sumatera Barat. Menurut laporan ANTARA, Kepala BP BUMN Dony Oskaria menyampaikan penilaian itu saat kunjungan lapangan bersama Komisi VI DPR ke lokasi pembangunan di Padang.
Kunjungan berlangsung di kawasan Lubuk Kilangan, Kota Padang, pada Selasa (27/10/2026), menurut laporan tersebut. Jalan layang itu berada di jalur Padang-Solok.
Dony mengatakan konektivitas di Sumbar selama bertahun-tahun kerap terputus, terutama di Sitinjau Lauik dan Silaing Lembah Anai. Ia menyebut kedua titik itu menjadi fokus pemerintah untuk ditangani.
Menurut Dony, pembangunan jalan layang Sitinjau Lauik dapat mengatasi persoalan konektivitas dan memberi dampak bagi pertumbuhan ekonomi Sumbar. Ia juga berharap masyarakat mendukung pembangunan tersebut.
Dony mengatakan pembangunan Tol Padang-Bukittinggi akan dilanjutkan mulai Januari 2027. Ia menilai penyelesaian tol itu dapat membantu mengatasi persoalan konektivitas di Lembah Anai dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Menurut laporan yang sama, jalan layang Sitinjau Lauik dibangun melalui skema Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha. Hutama Karya menjadi kontraktor proyek dengan nilai investasi Rp2,79 triliun.
Jalur Sitinjau Lauik menghubungkan Padang dan Solok dengan jarak 53 kilometer serta menjadi bagian dari jalan nasional dan Lintas Sumatra. Rute tersebut mengarah ke Dharmasraya, Jambi, hingga Pulau Jawa.
ANTARA melaporkan jalur itu merupakan rute terdekat dari Solok ke Padang dan berada di kawasan hutan lindung. Jalan dengan tanjakan, turunan, dan tikungan tajam tersebut rawan kecelakaan serta longsor, sementara kabut dan hujan gerimis dapat menghalangi pandangan.