
Unika De La Salle dan Unima Berdayakan Warga Kinabuhutan
13 menit yang lalu
Penambahan kamera melengkapi pemantauan gunung dan kawasan rawan, disertai kesiapan personel serta peringatan dini.
Terbit · 1 min read

BPBD Kabupaten Lumajang menambah delapan kamera pengawas untuk memperkuat pemantauan aktivitas Gunung Semeru dan mendukung keselamatan warga di kawasan rawan bencana. Menurut laporan ANTARA, Kepala Pelaksana BPBD Lumajang Isnugroho menyampaikan penambahan tersebut di Lumajang pada Kamis (5/11/2026).
Delapan kamera dipasang di sejumlah lokasi, termasuk kawasan hunian tetap Bumi Semeru Damai di Desa Sumbermujur, daerah aliran sungai Bondeli, dua titik di Gladak Perak, KM 56 dan KM 57 Piket Nol, Bukit Sriti, serta Watu Lapis di Desa Sumberurip.
Kamera diarahkan untuk memantau gunung, daerah aliran sungai, dan jalur Piket Nol yang berpotensi mengalami longsor. Informasi visual itu membantu petugas mengamati perkembangan kondisi lapangan.
Isnugroho mengatakan delapan perangkat baru melengkapi tujuh kamera yang sudah terpasang. Dengan penambahan itu, BPBD Lumajang memiliki 15 kamera untuk pemantauan visual gunung dan kawasan yang berpotensi rawan.
Menurut laporan yang sama, BPBD menyatakan kondisi masyarakat di luar zona bahaya aman dan terkendali berdasarkan pemantauan. Kesiapsiagaan diperkuat melalui koordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi serta pemerintah desa di lereng Semeru.
BPBD juga menyiagakan personel di Pos Curahkobokan dan Pos Oro-Oro Ombo, memperkuat sistem peringatan dini, serta menyiapkan logistik untuk mengantisipasi keadaan darurat. Isnugroho menyebut kesiapan personel dan perangkat pemantauan perlu disertai kepatuhan warga terhadap rekomendasi keselamatan.
Masyarakat diminta tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak, maupun dalam radius lima kilometer dari kawah karena berisiko terkena lontaran material vulkanik. Warga di sekitar aliran sungai juga diminta menjauh 500 meter dari tepi sungai sepanjang aliran lahar dan mewaspadai hujan abu.
BPBD meminta masyarakat mengikuti arahan petugas serta informasi resmi dari BPBD dan PVMBG. Pemantauan, kesiapan personel, dan peringatan dini diperkuat seiring status Siaga Gunung Semeru.