
Mu'ti: Kenaikan Kelas Tak Lagi Otomatis
13 menit yang lalu
Kolaborasi di RW 06 Srengseng Sawah mencakup bantuan sarana, edukasi warga, dan pelatihan pengelolaan sampah.
Terbit · 1 min read

PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta berkolaborasi mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat di RW 06, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Menurut laporan ANTARA, BRI Finance menjadi mitra utama dengan menyediakan sarana pengelolaan sampah.
Dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis (5/11/2026), Direktur Utama BRI Finance Ignatius Susatyo Wijoyo mengatakan perusahaan memberikan tujuh tong komposter berkapasitas 200 liter, 11 tong biru berkapasitas 60 liter, lima tempat sampah berkapasitas 120 liter, dan satu mesin ayak kompos putar berkapasitas 100–150 kilogram per jam.
Susatyo mengatakan kolaborasi itu ditujukan untuk meningkatkan kesadaran warga memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah. Ia menyampaikan, “Melalui kolaborasi dengan DLH DKI Jakarta, kami mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah tangga,”
Selain menyediakan sarana, BRI Finance mengadakan kegiatan edukasi pemilahan sampah bagi warga di RT 02, RT 03, RT 06, dan RT 11. Perusahaan juga memberikan pelatihan pengelolaan sampah kepada anak-anak dan anggota Karang Taruna RW 06, dengan target 50 peserta.
Menurut laporan yang sama, kolaborasi dengan DLH diharapkan memperluas pemahaman warga tentang pengelolaan sampah organik dan anorganik. Susatyo mengatakan, “Dengan pemilahan sejak dari sumbernya, sampah yang masih dapat diolah diharapkan tidak seluruhnya berakhir di tempat pemrosesan akhir.”
Program tersebut, menurut Susatyo, diharapkan memberi manfaat bagi lingkungan menjelang peringatan ulang tahun ke-43 BRI Finance. Ia juga menilai pengelolaan sampah memerlukan keterlibatan pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.
BRI Finance berencana melakukan pemantauan dan evaluasi secara bertahap hingga September 2027 untuk melihat perkembangan program dan partisipasi warga. Hasil evaluasi akan menjadi bahan pertimbangan untuk mengembangkan kegiatan ke wilayah RT lainnya.
Susatyo mengatakan, “Kami percaya, langkah sederhana yang dilakukan bersama dapat membawa dampak positif dan berkelanjutan,”