
Tumpahan Minyak Ditemukan di Selatan Singapura
41 menit yang lalu
Program BRI mencakup revitalisasi posyandu, edukasi gizi, pemantauan balita, dan pemberdayaan perempuan.
Terbit · 1 min read

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk meresmikan Posyandu Lily yang telah direvitalisasi di Dusun Purworejo, Kalurahan Hargobinangun, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu (21/10/2026). Menurut laporan CNNIndonesia.com, peresmian itu menjadi bagian dari Program Desa BRILiaN 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan Kebun Pangan Perempuan.
Sekretaris Perusahaan BRI, Dhanny, mengatakan keberhasilan program sosial diukur dari manfaat nyata dan keberlanjutan dampaknya bagi masyarakat. Ia menyebut BRI Peduli menjalankan program pemberdayaan di bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Hingga Oktober 2026, Program Desa BRILiaN 1.000 HPK telah merevitalisasi Posyandu Matahari di Dusun Kaliurang Barat dan Posyandu Lily di Dusun Purworejo. Program itu juga memberikan pelatihan kepada puluhan kader dari 13 posyandu.
Menurut laporan yang sama, kegiatan tersebut menjangkau 21 ibu hamil dan 27 peserta kelas gizi melalui edukasi kesehatan kehamilan dan pemenuhan nutrisi. Program itu juga memantau pertumbuhan 141 balita untuk mendeteksi dini risiko gangguan pertumbuhan.
Dukungan Pemberian Makanan Tambahan diberikan kepada 23 ibu hamil dan 24 balita dengan kondisi gizi kurang. Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, mendorong pemanfaatan Posyandu Lily secara berkelanjutan dan penguatan peran kader.
Siti Hediati, yang dikenal dengan sapaan Titiek, mengapresiasi kader posyandu atas peran mereka dalam layanan kesehatan ibu dan anak, pemantauan tumbuh kembang balita, serta edukasi gizi dan kesehatan keluarga. Ia berharap posyandu dimanfaatkan secara rutin untuk memantau tumbuh kembang anak.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menyebut posyandu berperan dalam pelayanan kesehatan dasar dan edukasi keluarga. Pada kesempatan yang sama, BRI meresmikan Kebun Pangan Perempuan berbasis polibag yang menyediakan sayuran segar tanpa pestisida kimia untuk mendukung gizi keluarga dan penyediaan makanan tambahan berbahan pangan lokal.
Kebun tersebut memberdayakan Kelompok Wanita Tani melalui pemanfaatan pekarangan serta pengolahan dan pemasaran hasil panen. Menurut laporan yang sama, kebun itu juga menjadi ruang pembelajaran tentang pertanian berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan.