
Marc Marquez Puas Finis Kedua di Sprint Sepang
7 menit yang lalu
Mutu beras dijaga sejak pemilihan gabah hingga penyortiran hasil penggilingan.
Terbit · 1 min read

Perum Bulog Sentra Penggilingan Padi (SPP) Kendal menjaga mutu beras melalui pemeriksaan gabah dan penyortiran hasil produksi. Menurut laporan ANTARA, Manajer Operasional Bulog SPP Kendal M. Aziz Latif mengatakan pengendalian kualitas dilakukan sejak penyerapan gabah petani.
Proses tersebut berlangsung di SPP Kendal, Jawa Tengah. Gabah yang telah diserap dibawa ke fasilitas itu untuk dikeringkan dan digiling sebelum menjadi beras siap simpan.
Aziz mengatakan Bulog menerapkan prinsip penyerapan tanpa menetapkan standar mutu tertentu, dengan memastikan gabah sudah cukup umur panen. Menurutnya, gabah yang cukup umur panen biasanya memiliki kualitas lebih baik. Aziz menyampaikan hal itu di Kendal pada Sabtu (31/10/2026).
Dalam proses produksi, Bulog menggunakan mesin pemilah warna untuk memisahkan beras yang memenuhi standar dari produk yang ditolak. Beras berwarna hitam, kuning, kusam, atau masih bercampur gabah termasuk dalam kategori afkir.
Produk afkir tidak digunakan sebagai bahan pangan, tetapi dimanfaatkan untuk kebutuhan pakan. Dengan demikian, produk tersebut tetap memiliki nilai guna setelah dipisahkan dari hasil produksi utama.
Bulog SPP Kendal juga merawat fasilitas pengolahan secara rutin. Jadwal perawatan dilakukan mingguan, dua mingguan, atau bulanan sesuai kebutuhan untuk menjaga kinerja mesin.
ANTARA melaporkan fasilitas tersebut dapat mengeringkan 120 ton gabah per hari dan menggiling sekitar 50 ton beras per hari. Kapasitas pengolahan itu digunakan untuk mendukung penguatan stok cadangan beras pemerintah.