
Israel Lanjutkan Operasi Militer di Hebron
10 menit yang lalu
Bulog memeriksa stok dan harga beras SPHP serta Minyakita untuk mengantisipasi pelanggaran ketentuan.
Terbit · 1 min read

Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tenggara menggelar inspeksi mendadak di pasar-pasar Kota Kendari untuk memantau stok dan harga pangan serta mencegah pengoplosan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Menurut laporan ANTARA, pimpinan wilayah Bulog Sultra Erdi Baskoro menyampaikan langkah tersebut saat ditemui di Kendari, Jumat (30/10/2026).
Petugas memeriksa ketersediaan beras SPHP di tingkat pengecer dan mengawasi harga jualnya agar tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp12.500 per kilogram.
Erdi mengatakan pengawasan berkala dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan, penjualan di atas HET, pengoplosan, dan penggantian kemasan beras SPHP.
Ia menyebut Bulog ingin memastikan beras SPHP tetap tersedia bagi masyarakat melalui pedagang pasar dan agen pengecer, termasuk yang berjualan di luar pasar.
Menurut laporan yang sama, Erdi mengatakan pemantauan langsung bertujuan memastikan agen dan pedagang mematuhi aturan operasional. Ia menyatakan Bulog memastikan pelanggaran berupa pengoplosan, penjualan di atas HET, dan penggantian kemasan tidak terjadi di Kota Kendari.
Selain beras SPHP, tim Bulog Sultra turut memantau ketersediaan dan kestabilan harga Minyakita. HET Minyakita di tingkat konsumen ditetapkan Rp15.700 per liter.
Bulog menyatakan akan mengevaluasi hingga memutus kerja sama dengan mitra penyalur yang terbukti menjual beras SPHP atau Minyakita di atas HET. Pengawasan tersebut, menurut laporan ANTARA, ditujukan untuk menjaga kelancaran distribusi dan melindungi masyarakat dari potensi kecurangan harga maupun kualitas pangan.