
BBWS Cimancis Tangani Kekeringan 15.851 Hektare
21 menit yang lalu
Operasi delapan hari disertai penggerebekan, pembatasan pergerakan, dan pengungsian warga Palestina.
Terbit · 1 min read

Tentara Israel melanjutkan operasi militer di Hebron selama delapan hari berturut-turut hingga Jumat (30/10/2026), disertai penggerebekan dan pembatasan pergerakan, menurut laporan ANTARA Manado yang mengutip Anadolu dan sumber-sumber lokal.
Operasi berlangsung di Hebron, wilayah selatan Tepi Barat yang diduduki. Laporan itu menyebut penggerebekan terjadi di kawasan Jilada dan Ain Deir Baha.
Menurut sumber lokal yang dikutip Anadolu, pasukan Israel mengerahkan banyak tentara dan kendaraan militer serta memaksa puluhan warga Palestina meninggalkan rumah di Ain Deir Baha.
Operasi tersebut dimulai pada 23 Oktober 2026 setelah penembakan di Farsh al-Hawa, pintu masuk barat laut Kota Hebron, yang menewaskan dua tentara Israel. Laporan itu menyebut militer Israel kemudian menewaskan dua warga Palestina yang diduga terlibat dalam penembakan tersebut.
Sumber lokal mengatakan pasukan Israel mendatangkan bala bantuan ke sekitar rumah Ahmad dan Hamouda al-Ja’ba, yang dituduh melakukan penembakan. Pasukan juga menggeledah dua rumah milik keluarga tersebut; sumber itu mengatakan suara penggalian terdengar dari dalam rumah, tanpa memberikan keterangan lebih lanjut.
Kamera Anadolu merekam pasukan Israel menahan dan menggeledah sejumlah warga Palestina di pos pemeriksaan militer dekat bundaran Jilada di Hebron serta memperlakukan mereka secara buruk, menurut laporan tersebut.
Pemerintah Kota Hebron menyatakan pada Selasa malam (27/10/2026) bahwa operasi tersebut telah menyebabkan 4.969 warga Palestina dari 780 keluarga mengungsi. Pada hari-hari pertama operasi, menurut laporan itu, terjadi pengusiran warga, penghancuran rumah, fasilitas dan pertokoan, serta kerusakan infrastruktur.
Pernyataan Masyarakat Tahanan Palestina yang dikutip ANTARA Manado menyebut militer Israel menangkap 110 warga Palestina di Kegubernuran Hebron sejak operasi dimulai hingga Rabu (28/10/2026). Laporan itu juga menyebut sejumlah rumah diubah menjadi barak militer dan bendera Israel dikibarkan di atas bangunan tersebut.