
Chamad Hojin Nilai Gibran Punya Daya Tawar Politik
19 menit yang lalu
Massa menuntut transparansi anggaran pembangunan daerah; aksi di kantor bupati berakhir ricuh.
Terbit · 1 min read

Unjuk rasa Himpunan Pelajar Mahasiswa Takalar (Hipermata) di Kantor Bupati Takalar, Sulawesi Selatan, berakhir ricuh pada Senin (2/11/2026). Menurut laporan iNews.id, massa merobohkan pagar utama dan terlibat bentrokan dengan petugas Satpol PP.
Laporan iNews.id menyebut aksi tersebut diikuti ratusan mahasiswa. Orasi berlangsung hampir lima jam.
Kericuhan dipicu kekecewaan pengunjuk rasa karena orasi mereka tidak mendapat tanggapan. Bupati Takalar Firdaus Manye tidak menemui massa yang bertahan di luar gedung.
Situasi memanas setelah massa merobohkan gerbang dan bergerak menuju ruang kerja bupati. Petugas Satpol PP menahan mereka di lorong kantor, lalu terjadi aksi saling dorong dan kontak fisik.
Sejumlah peserta aksi juga berupaya melewati barikade di ruang tunggu utama bupati. Gabungan aparat kepolisian dan jajaran Satpol PP menghalau mereka.
Koordinator aksi Hipermata, Nasrun, mengatakan kelompoknya datang untuk menuntut transparansi kebijakan anggaran pembangunan daerah.
"Kami menuntut transparansi dalam pengelolaan anggaran serta menolak keras sejumlah pembangunan proyek besar," ujar Nasrun, menurut laporan iNews.id.