
Chamad Hojin Nilai Gibran Punya Daya Tawar Politik
39 menit yang lalu
Peringatan diberikan sejak semester pertama bagi penerima beasiswa yang IPK-nya di bawah standar 2,75.
Terbit · 1 min read

Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) memperketat pemantauan akademik mahasiswa penerima beasiswa yang dikelolanya. Menurut laporan ANTARA, Wakil Ketua Pengurus Bidang Pemantauan dan Evaluasi Program YPMAK Hendhaotje Watory menyampaikan kebijakan itu di Timika pada Senin (2/11/2026).
YPMAK memberikan peringatan sejak semester pertama jika indeks prestasi kumulatif (IPK) mahasiswa berada di bawah standar 2,75. Laporan ANTARA tersebut terbit pada Selasa (3/11/2026).
Watory menjelaskan mahasiswa yang belum memenuhi standar akan dievaluasi kembali pada semester berikutnya. Jika capaian akademik tetap rendah selama beberapa semester berturut-turut, tim pemantauan dan evaluasi dapat merekomendasikan penghentian beasiswa kepada divisi program.
Menurut laporan yang sama, IPK rendah dapat membuat mahasiswa tidak lulus sejumlah mata kuliah dan harus mengulangnya. Beberapa mata kuliah hanya tersedia pada semester tertentu, sehingga pengulangan dapat memperpanjang masa studi.
Untuk mencegah keterlambatan studi yang berpotensi memperpanjang pembiayaan, YPMAK mendorong evaluasi sejak awal perkuliahan. Watory mengatakan penerima beasiswa program studi umum ditargetkan menuntaskan pendidikan sarjana dalam delapan semester atau empat tahun, dengan standar IPK 2,75.
Ketentuan waktu studi dapat menyesuaikan kebutuhan program tertentu, seperti kedokteran dan teknik. YPMAK mengumpulkan data akademik mahasiswa di berbagai perguruan tinggi mitra sebagai bahan pemantauan dan rekomendasi bagi divisi program.
Mahasiswa yang direkomendasikan tidak lagi menerima beasiswa dapat melanjutkan pendidikan secara mandiri dengan dukungan orang tua. YPMAK juga mendorong penerima beasiswa memperluas pergaulan dan beradaptasi dengan lingkungan pendidikan.
Watory menyatakan kemampuan akademik perlu didukung perubahan pola belajar dan keterampilan bersosialisasi agar mahasiswa Amungme dan Kamoro mampu bersaing dengan mahasiswa dari daerah lain. Evaluasi itu diharapkan meningkatkan kualitas lulusan dan dampak program beasiswa bagi penerima manfaat.