
Chamad Hojin Nilai Gibran Punya Daya Tawar Politik
38 menit yang lalu
Perusahaan menata organisasi dan portofolio aset untuk memperkuat kinerja serta mendukung pembangunan Jakarta.
Terbit · 2 min read

Perumda Pembangunan Sarana Jaya memperkuat organisasi, tata kelola, dan pengelolaan aset untuk meningkatkan kinerja bisnis serta mendukung pembangunan berkelanjutan di DKI Jakarta. Menurut laporan ANTARA, General Manager Sekretaris Perusahaan Sarana Jaya Hifdzi Mujtahid menyampaikan hal itu di Jakarta pada Senin (2/11/2026).
Hifdzi mengatakan transformasi perusahaan dijalankan berkelanjutan melalui penguatan kapasitas organisasi, pengembangan bisnis, serta peningkatan produktivitas dan efektivitas pengelolaan aset. Ia menyebut optimalisasi aset sebagai prioritas strategis untuk memperkuat fundamental bisnis dan kontribusi perusahaan bagi pembangunan Jakarta.
Menurut Hifdzi, perusahaan berupaya memastikan setiap aset memiliki arah pemanfaatan yang jelas dan memberi kontribusi optimal terhadap pendapatan, dengan tetap menerapkan tata kelola yang baik. Ia mengatakan potensi aset Sarana Jaya perlu dikelola melalui pendekatan bisnis yang terukur.
Sarana Jaya juga memperkuat sinergi antara Direksi dan Dewan Pengawas untuk mendukung rencana bisnis, mengawasi pencapaian sasaran strategis, serta menerapkan prinsip kehati-hatian dalam keputusan bisnis. Perusahaan menerima keputusan Kuasa Pemilik Modal pada Jumat (30/10/2026) mengenai susunan Dewan Pengawas.
Keputusan tersebut menetapkan Nurfitria Farhana sebagai Ketua Dewan Pengawas dan mengangkat Ulin Ni’am Yusron sebagai Sekretaris Dewan Pengawas, serta menetapkan anggota Dewan Pengawas lainnya. Hifdzi menyebut penetapan itu sebagai bagian dari dinamika organisasi yang mendukung kesinambungan tata kelola.
Agenda strategis perusahaan, sesuai arahan Kuasa Pemilik Modal dalam Rapat Umum Pemilik Modal Tahunan Tahun Buku 2025, mencakup pelaksanaan rencana aksi hasil Tinjauan Kinerja Diagnostik pada 2026, penguatan likuiditas, serta percepatan sensus dan digitalisasi aset. Sarana Jaya juga mengembangkan sumber pendapatan berkelanjutan dan meningkatkan produktivitas properti komersial.
Pengelolaan portofolio aset mempertimbangkan legalitas, kelayakan ekonomi, efektivitas biaya, dan kesesuaian kerja sama dengan ketentuan yang berlaku. Perusahaan juga melakukan pemantauan dan evaluasi berkala atas kinerja aset dan kerja sama usaha untuk menyelaraskan pengelolaan aset dengan target perusahaan dan kepentingan pemangku kepentingan.
Sarana Jaya menyatakan akan melanjutkan transformasi menuju perusahaan pengembang perkotaan melalui penguatan bisnis properti, pengembangan kawasan terintegrasi, dan optimalisasi aset serta lahan. Hifdzi mengatakan penguatan organisasi dan tata kelola diarahkan untuk menjaga keberlanjutan bisnis serta mendukung pembangunan Jakarta.