
Gus Irfan Serap Masukan Jemaah Umrah di Makkah
15 menit yang lalu
Bobby Rasyidin meninjau jembatan dan perlintasan serta memantau program peningkatan keselamatan.
Terbit · 1 min read

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin meninjau infrastruktur perkeretaapian di wilayah Daop 5 Purwokerto dan lintas Tegal–Slawi, Jawa Tengah. Menurut laporan ANTARA, peninjauan mencakup jembatan kereta api dan dua perlintasan sebidang.
Lokasi yang ditinjau meliputi Jembatan BH 1109 KM 303+6/7 pada lintas Prupuk–Linggapura di wilayah Daop 5 Purwokerto serta perlintasan KM 7+200 dan JPL 16A KM 7+080 pada lintas Tegal–Slawi.
Bobby bersama jajaran operasional memeriksa kondisi jalur dan jembatan serta kesiapan fasilitas keselamatan di perlintasan. Ia mengatakan, “Setiap lintas memiliki karakteristik yang berbeda.”
Peninjauan itu sejalan dengan program KAI untuk meningkatkan keselamatan perlintasan sebidang. Program tersebut mencakup pembangunan 190 gardu perlintasan beserta fasilitas pendukung, seperti palang pintu dan perlengkapan operasional penjagaan.
Per 5 November 2026, sebanyak 24 titik perlintasan telah beroperasi dengan fasilitas hasil pengembangan. Titik-titik tersebut berada di wilayah Daop 1 Jakarta, Daop 2 Bandung, Daop 3 Cirebon, Daop 4 Semarang, Daop 7 Madiun, dan Daop 8 Surabaya.
Pekerjaan di titik lainnya dilanjutkan secara bertahap, termasuk penyelesaian fasilitas fisik dan kesiapan perlengkapan operasional. Menurut laporan yang sama, Bobby menyebut perkembangan pekerjaan di setiap wilayah menjadi perhatian KAI, terutama di perlintasan yang bersinggungan dengan mobilitas masyarakat.
KAI bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait juga mengevaluasi perlintasan berdasarkan kondisi masing-masing lokasi. Upaya itu mencakup peningkatan fasilitas, pengaturan operasional, dan koordinasi penanganan titik yang memerlukan perhatian lebih lanjut.
Bobby mengatakan perkembangan di lapangan menjadi bahan evaluasi KAI untuk menentukan pekerjaan berikutnya. “Yang terpenting, fasilitas yang dibangun dapat berfungsi dengan baik dan mendukung keselamatan perjalanan kereta api maupun masyarakat,” tutupnya.