
Dirut KAI Tinjau Jalur di Daop 5 Purwokerto
19 menit yang lalu
Mengigau biasanya tidak berbahaya, tetapi gerakan berisiko atau gangguan tidur perlu diperiksa.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, mengigau saat tidur dapat berupa berbicara, tertawa, bergumam, atau berteriak tanpa disadari. Kondisi ini bisa dialami anak-anak maupun orang dewasa dan umumnya tidak berbahaya.
Dalam istilah medis, mengigau disebut somniloquy atau berbicara saat tidur dan termasuk parasomnia, yakni perilaku atau pengalaman tidak biasa saat tidur. Perilaku itu dapat terjadi pada tahap tidur tanpa gerak mata cepat maupun tahap tidur dengan gerak mata cepat.
Laporan yang sama menyebut kurang tidur sebagai salah satu faktor yang dapat berkaitan dengan mengigau. Tidur larut, jadwal istirahat tidak teratur, atau gangguan yang mengurangi waktu tidur dapat mengacaukan pola tidur.
Stres, masalah keluarga, tekanan pekerjaan, dan kecemasan juga dapat memengaruhi kualitas tidur dan berkaitan dengan mengigau pada sebagian orang. Namun, stres bukan satu-satunya penyebab dan orang tanpa tekanan emosional pun dapat mengalaminya.
Demam atau kondisi tubuh yang sedang sakit dapat mengubah pola tidur dan memicu perilaku tertentu saat beristirahat. Kebingungan setelah seseorang terbangun berbeda dari sekadar berbicara saat tidur dan perlu diperhatikan.
Konsumsi alkohol dapat mengganggu struktur tidur, sementara obat tertentu juga dapat memengaruhi aktivitas tidur. Jika mengigau mulai sering terjadi setelah penggunaan obat, ANTARA menyarankan konsultasi dengan dokter dan mengingatkan agar obat resep tidak dihentikan tanpa arahan tenaga medis.
Faktor keturunan juga diduga berperan, tetapi riwayat mengigau dalam keluarga tidak berarti seseorang pasti mengalaminya. Mengigau dapat pula muncul bersama gangguan tidur lain, seperti berjalan saat tidur atau gangguan perilaku tidur pada tahap gerak mata cepat yang dapat melibatkan gerakan fisik berisiko.
Menurut laporan yang sama, sebuah kajian epidemiologi yang dirujuk dalam klasifikasi gangguan tidur mencatat prevalensi mengigau sepanjang hidup sekitar 66 persen; sekitar 17 persen responden mengalaminya dalam tiga bulan sebelum penelitian. Pemeriksaan ke dokter disarankan bila mengigau berulang, mengganggu istirahat, disertai gerakan berlebihan atau cedera, atau muncul mendadak saat dewasa; dokter dapat menilai riwayat tidur dan, bila diperlukan, melakukan pemeriksaan tidur.