
DPRD DIY Kawal Anggaran Renovasi Mandala Krida
14 menit yang lalu
Getaran banjir lahar tercatat hampir empat jam, sementara debit air mengganggu pembangunan sabo dam.
Terbit · 1 min read

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Isnugroho mengatakan getaran akibat banjir lahar hujan Gunung Semeru yang tercatat hampir empat jam tidak mengganggu aktivitas warga di lereng gunung. Menurut laporan ANTARA, getaran itu terjadi pada Jumat (30/10/2026) malam.
Pengamatan aktivitas Semeru selama 24 jam pada Jumat (30/10/2026) mencatat satu gempa getaran banjir dengan amplitudo 50 milimeter dan durasi 13.524 detik. Isnugroho menyampaikan keterangan tersebut dari Lumajang pada Sabtu (31/10/2026).
"Aktivitas masyarakat lancar, namun pembangunan sabo dam Curah Kobokan terganggu akibat debit air meningkat," kata Isnugroho. Hujan deras meningkatkan debit air di sejumlah daerah aliran sungai yang berhulu di Semeru.
Menurut laporan yang sama, aktivitas vulkanik pada periode pengamatan itu juga mencakup 88 gempa letusan atau erupsi, dua gempa harmonik, delapan gempa guguran, empat gempa tektonik jauh, dan 10 gempa embusan.
Isnugroho mengatakan petugas memantau aktivitas Semeru dan meneruskan informasi kepada masyarakat ketika getaran banjir lahar terekam saat curah hujan tinggi. Warga di sekitar bantaran sungai diimbau berhati-hati.
Semeru berstatus aktivitas vulkanik Level 3 atau Siaga. Menurut rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi yang disampaikan Isnugroho, warga tidak boleh beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak.
Di luar jarak tersebut, warga juga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan. Area itu berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
Warga juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak karena risiko lontaran batu pijar. Potensi awan panas, guguran lava, dan lahar perlu diwaspadai di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak sungai Besuk Kobokan.