
BPOM Uji Kandungan Beeru Stevia
10 menit yang lalu
Warga menyetorkan minyak jelantah ke koperasi untuk ditukar dengan uang tunai dan diolah menjadi bahan bakar.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, warga Desa Dawuhan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mengumpulkan minyak jelantah melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Minyak yang disetorkan warga ditukar dengan uang tunai.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (31/10/2026), KDKMP menjadi salah satu titik pengumpulan minyak jelantah. Bahan tersebut selanjutnya diolah menjadi bahan bakar ramah lingkungan, seperti bioavtur dan bensin hijau.
Warga Dawuhan, Samini, mengatakan program itu membuat sisa minyak goreng yang sebelumnya ia kumpulkan untuk membuat lilin dapat ditukarkan dengan uang. Ia menyebut uang tersebut bisa menambah belanja kebutuhan sehari-hari.
Samini menilai minyak goreng bekas yang dibuang sembarangan dapat menjadi persoalan lingkungan. Kehadiran koperasi sebagai tempat penampungan mengubah cara ia memanfaatkan limbah dapur.
Warga lainnya, Yati, mengatakan penukaran minyak jelantah membantu perekonomian keluarganya. Menurut dia, program tersebut juga mengedukasi warga agar tidak menggunakan minyak goreng berulang kali atau membuangnya sembarangan.
Ketua KDKMP Dawuhan Suparjo mengatakan partisipasi warga dan pelaku usaha sangat tinggi sejak sosialisasi yang berlangsung sepekan terakhir. Menurut dia, rumah tangga dapat mengumpulkan lebih dari setengah liter minyak jelantah per minggu.
Suparjo menyebut pelaku usaha kuliner dan penjual gorengan di sekitar desa dapat menyetorkan 10, 20, hingga 25 liter minyak jelantah dalam seminggu. Angka tersebut merupakan jumlah setoran yang disampaikan Suparjo.
Suparjo berharap kerja sama Pertamina Patra Niaga dan Kementerian Koperasi dalam program ini berlanjut. Ia menilai keberlanjutan program dapat mendukung perkembangan ekonomi sirkular di tingkat desa.