
Pemuda Masjid Dunia Siapkan Bantuan untuk 3.600 Warga NTT
15 menit yang lalu
Peresmian kampus Cimahi mengangkat pendidikan, integritas, dan tanggung jawab dalam menggunakan kewenangan.
Terbit · 2 min read

Presiden Prabowo Subianto membahas mutu pendidikan dan pemberantasan korupsi saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Jawa Barat. Menurut laporan ANTARA, ia mengaitkan kedua isu itu dengan tanggung jawab menggunakan pengetahuan dan kewenangan.
Peresmian berlangsung pada Jumat (30/10/2026). Dalam kesempatan itu, Prabowo membahas upaya membangun manusia yang bertanggung jawab dalam menggunakan pengetahuan dan kewenangan.
Pemimpin unggul perlu memiliki kelebihan dalam otak, badan, jiwa, dan hati. Orang pintar yang memiliki hati jahat dapat menimbulkan penderitaan, ketidakadilan, dan bencana.
Pendidikan karakter perlu diterapkan dalam keseharian, bukan hanya melalui pelajaran di kelas. Integritas juga berkaitan dengan lingkungan yang tidak membiarkan ketidakjujuran memberi keuntungan.
SMA Taruna Nusantara mulai beroperasi di Magelang pada 1990 dan dibangun sebagai lembaga kaderisasi calon pemimpin. Jaringan sekolah itu kini mencakup Malang, Cimahi, Pagar Alam, Ibu Kota Nusantara, dan Langowan, Sulawesi Utara.
Pemerintah menggratiskan pendidikan bagi seluruh siswa. Skema ini mengembalikan rancangan awal sekolah, dengan pembiayaan siswa ditanggung penuh melalui dukungan dana TNI, sebelum dihentikan akibat krisis ekonomi 1997. Sebelumnya, siswa jalur reguler dikenai biaya operasional pendidikan, sedangkan beasiswa penuh tersedia bagi siswa terpilih.
Untuk tahun ajaran 2026/2027, kuota pendaftaran ditetapkan hingga 10.000 calon siswa. Siswa yang lolos seleksi akan mendapat beasiswa penuh. Prabowo meminta sejak April 2025 agar seleksi bebas biaya dan tidak menerima titipan.
Korupsi juga berdampak pada kemampuan negara membiayai pendidikan karena sumber daya yang diselewengkan mengurangi dana untuk ruang kelas, guru, beasiswa, dan fasilitas belajar. Konstitusi mengamanatkan alokasi sekurang-kurangnya 20 persen APBN untuk pendidikan, tetapi besarnya persentase anggaran tidak dengan sendirinya menjamin mutu jika penerimaan negara bocor akibat korupsi dan penyelewengan.
Menurut laporan yang sama, Prabowo mengakui adanya pandangan bahwa sekolah itu elitis, tetapi menjelaskan bahwa lembaga tersebut ditujukan untuk mencari bibit unggul. Prabowo menyebut tidak sedikit alumni pernah menempati posisi strategis di pemerintahan, termasuk dua menteri koordinator, Menteri Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet, serta kepala BMKG, BNPB, dan Badan Gizi Nasional.