
Anggota DPRA Minta Polisi Ungkap Pemodal Pabrik Sabu
16 menit yang lalu
Maya Watono menyatakan InJourney siap mendukung kembali Gandrung Sewu pada tahun berikutnya.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Direktur Utama InJourney Maya Watono menyatakan perusahaan itu siap kembali mendukung penyelenggaraan Gandrung Sewu pada tahun berikutnya. Pernyataan itu disampaikan setelah pergelaran tari kolosal Gandrung Sewu 2026.
Pertunjukan berlangsung pada malam hari, Sabtu (24/10/2026), di Pantai Marina Boom, Banyuwangi. ANTARA menyebut puluhan ribu orang dari berbagai kota di Indonesia datang untuk menyaksikannya.
Gandrung Sewu 2026 menjadi kali pertama acara itu digelar pada malam hari sejak dimulai pada 2012. Pagelaran tersebut memadukan tari tradisional dengan konsep menyala dalam gelap dan pertunjukan kembang api menggunakan pesawat nirawak.
Maya mengatakan gagasan menggelar acara pada malam hari muncul setelah ia mengunjungi lokasi dan melihat potensi tempat serta para penari. Konsep tersebut, menurutnya, dipilih untuk memperkuat suasana pertunjukan.
Dalam keterangan tertulis yang diterima di Banyuwangi pada Selasa (27/10/2026), Maya menyebut pertunjukan itu luar biasa karena untuk pertama kalinya digelar malam hari dengan konsep menyala dalam gelap. Ia mengatakan pertunjukan kembang api menggunakan pesawat nirawak itu juga menjadi yang pertama di Indonesia dan dimaksudkan untuk memperkenalkan Banyuwangi kepada Indonesia dan dunia.
Ia juga mengatakan, “Pastinya InJourney siap mendukung, karena kami memiliki program InJourney Peduli Budaya dan ini adalah inisiatif kami mempreservasi budaya-budaya Indonesia.”
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan acara, termasuk InJourney, Pelindo, penari, pelatih, seniman, dan budayawan. Gandrung Sewu 2026 memasuki tahun ke-14.