
Anggota DPRA Minta Polisi Ungkap Pemodal Pabrik Sabu
14 menit yang lalu
Bantuan ternak di Girimukti ditujukan untuk mendukung gizi keluarga dan usaha warga.
Terbit · 1 min read

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyalurkan 12 ayam sentul indukan kepada seorang penerima manfaat program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dan 200 anak ayam umur satu hari kepada keluarga prasejahtera di Desa Girimukti, Garut. Menurut laporan ANTARA, bantuan itu disalurkan melalui program Abdi Nagri Menyulam Hari Ngaprak Lembur.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat Linda Al Amin menyampaikan keterangan mengenai program tersebut di Bandung, Selasa (27/10/2026). Bantuan ditujukan kepada warga Desa Girimukti, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut.
Linda mengatakan intervensi peternakan itu disinergikan dengan program Rutilahu. Menurut laporan ANTARA, program tersebut bertujuan memperkuat ketahanan pangan keluarga dan membuka peluang kegiatan ekonomi produktif di perdesaan.
Sebanyak 12 ayam sentul, terdiri atas dua jantan dan 10 betina, diberikan kepada Fatimah, warga Dusun Buni Ayu. Rumah Fatimah telah direnovasi melalui program Rereongan Pegawai Pemprov Jabar.
Linda menyebut ayam sentul merupakan rumpun ayam lokal Jawa Barat yang berpotensi menghasilkan telur dan daging untuk konsumsi keluarga maupun dijual. Ia mengatakan, “Ayam sentul merupakan rumpun ayam lokal khas Jawa Barat yang berpotensi tinggi menghasilkan telur dan daging harian, sehingga hasil pemeliharaannya dapat dikonsumsi secara mandiri maupun dijual untuk menambah pendapatan keluarga,”
Selain bantuan untuk Fatimah, DKPP Jawa Barat membagikan 200 anak ayam umur satu hari secara merata kepada keluarga prasejahtera di Desa Girimukti. Menurut Linda, penyaluran itu ditujukan untuk memperluas penerima manfaat dan mendorong usaha unggas mandiri di pekarangan.
DKPP Jawa Barat mengingatkan bahwa budidaya memerlukan pemeliharaan konsisten, termasuk penyediaan pakan dan air minum, kebersihan kandang, serta pencegahan penyakit ternak secara berkala.
Linda mengatakan pemerintah provinsi ingin menghubungkan pemenuhan hunian layak dengan pemberdayaan peternakan pekarangan agar warga dapat memperkuat kemandirian pangan dan ekonomi. Ia menyatakan Pemprov Jabar berkomitmen menjaga kesinambungan program kolaboratif tersebut.