
OCBC Perluas Layanan Pengelolaan Kekayaan Syariah
11 menit yang lalu
Minahasa Utara menyiapkan operasi pasar dan mendorong produktivitas petani untuk menjaga stabilitas harga.
Terbit · 1 min read

Bupati Minahasa Utara Joune J.E. Ganda mengikuti rapat monitoring dan evaluasi pengendalian inflasi daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Menurut laporan Manado Post, rapat tersebut membahas pemantauan harga dan langkah pengendalian inflasi daerah.
Pertemuan berlangsung secara daring melalui Zoom pada Selasa (27/10/2026). Forum itu melibatkan sejumlah pemerintah daerah di Kalimantan dan Sulawesi yang menjadi perhatian berdasarkan perkembangan angka inflasi.
Rapat tersebut menindaklanjuti koordinasi pengendalian inflasi pada 26 Oktober 2026 dan rilis data inflasi September 2026. Pertemuan dipimpin Wakil Menteri Dalam Negeri dan diikuti sejumlah kepala daerah, termasuk Gubernur Sulawesi Utara serta kepala daerah dari Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Manado, dan Kotamobagu.
Menurut laporan yang sama, undangan pertemuan disampaikan Inspektorat Jenderal Kemendagri melalui surat Nomor 500.2.5/5109/IJ tertanggal 27 Oktober 2026. Keikutsertaan Ganda menjadi bagian dari koordinasi pemerintah pusat dan daerah untuk memantau pergerakan harga serta mengevaluasi upaya pengendalian inflasi.
Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Minahasa Utara, Joice Katuuk, menyebut perkembangan inflasi September menunjukkan sejumlah komoditas pangan masih perlu diperhatikan karena berpengaruh terhadap harga pasar. Menurut Katuuk, cabai rawit menjadi komoditas dengan andil terbesar dalam mendorong inflasi, baik secara bulanan maupun tahunan.
Menurut laporan yang sama, penurunan tarif angkutan udara serta komoditas bawang merah, daun bawang, dan beras turut membantu menahan laju inflasi. Katuuk menyebut kondisi tersebut menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam menentukan langkah pengendalian harga.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan mengoptimalkan operasi pasar dan mendorong produktivitas petani lokal. Pemerintah daerah juga menjalankan Gerakan ASN Menanam untuk mendukung ketersediaan pangan dan pemanfaatan lahan produktif.
Pemkab Minahasa Utara menyatakan langkah tersebut diharapkan membantu meredam gejolak harga pangan, menjaga pasokan, dan mempertahankan daya beli masyarakat. Pemerintah daerah juga menekankan perlunya sinergi pemerintah, pelaku usaha, petani, dan masyarakat dalam pengendalian inflasi.