
Bima Arya Minta Perpustakaan Bukittinggi Libatkan Komunitas
12 menit yang lalu
Herry Heryawan mendorong pencegahan karhutla melalui edukasi dan kolaborasi masyarakat desa.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komjen Pol Herry Heryawan mendorong penguatan kolaborasi dan gotong royong di tingkat desa untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan.
Herry menyampaikan hal itu setelah mendampingi Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat meninjau lokasi karhutla di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Ia diwawancarai pada Minggu (1/11/2026), menurut laporan tersebut.
Herry mengatakan pencegahan perlu dimulai sejak dini dengan melibatkan masyarakat dan meningkatkan pemahaman tentang perlindungan lingkungan. Ia juga menilai penanganan karhutla perlu mengutamakan edukasi dan partisipasi warga hingga tingkat desa.
Menurut Herry, pengendalian karhutla perlu didukung kajian akademis yang mempertimbangkan kondisi wilayah dan perubahan dari waktu ke waktu. Pemahaman tentang karakteristik ekosistem gambut, termasuk kedalaman, kondisi ekosistem, dan tutupan lahan, juga perlu diperkuat.
Pendekatan tersebut, menurut laporan yang sama, diharapkan membuat pencegahan lebih sesuai dengan karakteristik setiap wilayah. Herry menegaskan karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan, tetapi juga memerlukan kepedulian masyarakat.
Ia mendorong penguatan kerja sama pemerintah desa, masyarakat, dan unsur terkait agar pencegahan berlangsung berkelanjutan. Keterlibatan berbagai pihak diharapkan membangun kesadaran menjaga lingkungan dan mengantisipasi kebakaran sebelum meluas.
Herry mengatakan, “Kita mendorong semua pihak untuk aktif melakukan pencegahan. Insyaallah, dalam enam sampai tujuh bulan pada 2027 mendatang, tidak ada lagi karhutla dan kabut asap.” Ia berharap gotong royong desa memperkuat kesiapsiagaan dan perlindungan lingkungan, bukan hanya penanganan saat kebakaran terjadi.
Laporan ANTARA menyebut sinergi pemerintah, aparat, akademisi, dan masyarakat diharapkan menekan risiko karhutla serta menjaga keberlanjutan ekosistem gambut di Sumatera Selatan. Pernyataan mengenai tidak adanya karhutla dan kabut asap pada periode 2027 tersebut merupakan harapan Herry.