
Pramono Resmikan Puskesmas Taman Sari Jakarta Barat
16 menit yang lalu
Kemendes PDT memilih 71 dari 211 desa untuk menjadi percontohan model pendampingan Kuantum Desa.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menyiapkan 71 desa sebagai percontohan penerapan model Kuantum Desa. Model ini bertujuan mempercepat peningkatan status pembangunan dan mendorong kemandirian desa.
Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal (BPSDM) Kemendes PDT, Rosyid Althaf, mengatakan 71 desa itu akan dipilih dari 211 desa. Ke-211 desa tersebut teridentifikasi mengalami lompatan status pembangunan berdasarkan hasil analisis Kemendes PDT.
Pernyataan itu disampaikan Rosyid dalam siniar Pos Depan yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin (26/10/2026). “Kita coba di 71 desa dari 211 itu yang akan kita jadikan percontohan,” kata Rosyid.
Rosyid menjelaskan, Kuantum Desa merupakan model pendampingan untuk mempercepat perubahan status desa. Caranya dengan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia melalui kolaborasi dan aksi nyata.
Desa percontohan yang menurut rencana diumumkan pada Oktober ini diharapkan tidak hanya menunjukkan keberhasilan pembangunan di wilayahnya sendiri. Desa-desa tersebut juga diharapkan membagikan praktik baik kepada desa lain yang status pembangunannya masih lebih rendah.
“Jadi, sebagai proses pembelajaran itu berarti kalau desa membutuhkan ilmu, datanglah ke desa kuantum itu,” ujar Rosyid.
Menurut laporan yang sama, pengalaman desa-desa yang berhasil meningkatkan statusnya akan dipelajari. Kajian itu untuk mengidentifikasi langkah pemberdayaan, intervensi program, dan peran pendamping yang berkontribusi terhadap perubahan tersebut.
Hasil pembelajaran itu direncanakan disusun dalam buku Kuantum Desa yang diterbitkan secara berseri, disertai panduan pendampingan termasuk regulasi. Dokumen tersebut disiapkan agar dapat digunakan sebagai acuan dalam pengembangan desa.
Rosyid menambahkan, pendamping desa diharapkan berperan dalam program ini karena menjadi penghubung berbagai program pemerintah. Ia juga berharap desa yang telah mandiri dapat menjadi pusat pembelajaran bagi wilayah sekitarnya agar praktik pemberdayaan yang berhasil dapat diterapkan lebih luas.