
Operasi Patuh Jaya 2026 Gunakan ETLE dan Tilang Manual
15 menit yang lalu
Rupiah melemah sejak pembukaan, sementara pasar mencermati sentimen domestik dan agenda ekonomi AS.
Terbit · 1 min read

Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat hingga dolar mencapai Rp18.120 pada pukul 11.00 WIB, Senin (26/10/2026), menurut laporan CNBC Indonesia.
Mengutip data Refinitiv, rupiah dibuka pada Rp18.050 per dolar AS, melemah 10 poin atau 0,06 persen dari penutupan Jumat (23/10/2026) di Rp18.040 per dolar AS.
Pada pukul 09.00 WIB, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan mata uang tersebut terhadap enam mata uang utama dunia turun 0,17 persen ke 101,636, menurut laporan yang sama.
Laporan CNBC Indonesia menyebut pergerakan rupiah dipengaruhi sentimen dari dalam negeri dan global. Dari domestik, perhatian pasar tertuju pada pernyataan terbaru Bank Indonesia mengenai rupiah setelah tekanan yang dipicu sentimen Morgan Stanley Capital International.
Dari luar negeri, harga minyak dunia mulai terkoreksi setelah melonjak tajam pada pekan sebelumnya akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Pelaku pasar juga mencermati sejumlah agenda ekonomi Amerika Serikat sepanjang pekan tersebut. Agenda yang disebut dalam laporan itu mencakup keputusan suku bunga Federal Reserve serta rilis data pertumbuhan ekonomi dan inflasi.