
Malaysia Sita 5.801 Mainan Squishy
18 menit yang lalu
Peneliti menemukan tanda sel ibu di otak anak, dan sel itu mungkin bisa bertahan hingga usia lanjut.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, sebuah penelitian asal Amerika Serikat yang berkolaborasi dengan peneliti dari Prancis menemukan bahwa sel yang berasal langsung dari tubuh ibu dapat masuk ke otak anak. Sel tersebut berpotensi bertahan hingga puluhan tahun.
Fenomena ini dikenal sebagai mikrokimerisme, yaitu kondisi ketika sejumlah kecil sel dari individu lain menetap di dalam tubuh seseorang. Hal ini berbeda dari pewarisan DNA ibu, yang diturunkan melalui sel telur dan menjadi bagian dari materi genetik anak, sedangkan dalam mikrokimerisme sel berpindah langsung dari tubuh ibu.
Menurut laporan yang sama, fenomena ini bisa terjadi selama kehamilan karena ibu dan janin dapat saling bertukar sel melalui plasenta. Sel janin juga bisa masuk ke tubuh ibu, dan sebagian sel yang berpindah tetap berada di dalam tubuh bahkan setelah bayi lahir.
Melansir Live Science, para peneliti menemukan bahwa sel yang berasal dari ibu di beberapa bagian otak anak menunjukkan karakteristik yang menyerupai beberapa jenis sel otak. Untuk mencarinya, tim memeriksa jaringan otak anak-anak yang menjalani operasi akibat epilepsi berat, dan jaringan itu diambil sebagai bagian dari penanganan medis mereka.
Sel ibu ditemukan di sejumlah bagian otak, yakni lobus frontal, lobus temporal, lobus parietal, dan hipokampus. Setiap bagian otak memiliki fungsi berbeda, dan lobus frontal membantu seseorang merencanakan sesuatu serta mengambil keputusan.
Lobus temporal berperan dalam memproses suara dan memori, sedangkan lobus parietal membantu otak mengolah informasi dari indra. Adapun hipokampus berperan penting dalam pembentukan memori.
Dalam penelitian utama, peneliti memeriksa jaringan otak anak berusia 28 hari hingga 19 tahun yang menjalani operasi untuk menangani epilepsi. Untuk melihat kemungkinan keberadaan sel tersebut pada usia yang lebih tua, mereka juga menganalisis data aktivitas gen dari jaringan otak manusia, mulai dari masa kehamilan hingga usia lanjut.
Hasilnya, peneliti menemukan tanda-tanda sel dengan karakteristik mikrokimerisme pada berbagai kelompok usia, termasuk orang lanjut usia. Temuan ini memberi petunjuk bahwa sel dari individu lain mungkin bisa bertahan lama di otak.
Meski begitu, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan berapa lama sel ibu dapat bertahan di otak manusia.