
HSI Nilai KDMP dan KNMP Strategis bagi Warga
16 menit yang lalu
Pengobatan TB di Jakarta melampaui 90 persen, sementara cakupan TPT kontak serumah sekitar 40 persen.
Terbit · 2 min read

Kementerian Kesehatan menyatakan pengobatan tuberkulosis (TB) di DKI Jakarta telah melampaui 90 persen, sedangkan cakupan Terapi Pencegahan TB (TPT) bagi kontak serumah masih sekitar 40 persen. Menurut laporan ANTARA, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menyampaikan hal itu di Jakarta pada Kamis (29/10/2026).
Kemenkes berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperkuat pemberian TPT dan pelacakan kontak erat. Upaya tersebut ditujukan untuk memutus rantai penularan dan mendukung eliminasi TB pada 2030.
Benjamin mengatakan pengobatan pasien TB perlu disertai pencegahan melalui TPT dan pelacakan kontak erat secara agresif. Menurut dia, tanpa upaya tersebut, angka kasus TB tahun depan akan terus berulang.
Menurut data global dalam laporan yang sama, Indonesia berada di peringkat kedua negara dengan kasus TB terbanyak. Indonesia menyumbang sekitar 10 persen kasus TB global, dengan perkiraan 1,08 juta orang jatuh sakit dan 126.000 orang meninggal setiap tahun.
Sebanyak 62-64 persen kasus TB di DKI Jakarta pertama kali ditemukan di rumah sakit. Di daerah lain, lebih banyak kasus ditemukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama; menurut Benjamin, kondisi di Jakarta menegaskan pentingnya peran rumah sakit pemerintah, swasta, serta TNI dan Polri dalam penanganan TB terpadu.
Kemenkes memperkuat sarana diagnosis di Jakarta dengan memastikan seluruh Puskesmas dilengkapi alat Tes Cepat Molekuler (TCM). Selain itu, tersedia alokasi 32 unit Portable X-Ray untuk melacak kontak erat hingga ke permukiman padat, dan obat TPT dipastikan tersedia gratis di rumah sakit pemerintah maupun swasta.
Kader TB dan tim kesehatan menelusuri kontak erat dengan mendatangi rumah warga. Pemeriksaan rontgen serta pendampingan pemberian TPT secara ramah dan penuh perhatian membantu keluarga merasa terlindungi dan mengurangi kecemasan terhadap risiko penularan. TPT diberikan kepada orang berisiko tinggi atau yang berkontak erat dengan pasien TB aktif, tetapi belum sakit TB, untuk mencegah infeksi TB laten berkembang menjadi TB aktif.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menekankan pentingnya mengoptimalkan jaringan 197 rumah sakit dan ratusan Puskesmas. Ia menegaskan perlunya memastikan akses layanan kesehatan tidak dibatasi berdasarkan kepemilikan KTP, mengingat tingginya mobilitas penduduk di wilayah metropolitan, serta mendukung eliminasi TB di Jakarta pada 2030 dan berharap kebijakannya berlanjut meski terjadi pergantian kepemimpinan. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ani Ruspitawati menyebut integrasi pelacakan kontak antara rumah sakit, Puskesmas, dan kader komunitas penting untuk mendampingi pasien hingga sembuh tuntas dan memutus rantai penularan.