
Sabar/Reza Terhenti di 16 Besar Hylo Open
11 menit yang lalu
Kemenko PM mendorong inovasi mahasiswa menjawab persoalan masyarakat dan memperkuat pemberdayaan yang berkelanjutan.
Terbit · 1 min read

Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) mendorong mahasiswa mengembangkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan memberi manfaat berkelanjutan. Menurut laporan ANTARA, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PM Abdul Haris menyampaikan hal itu di Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Abdul Haris mengatakan data Badan Pusat Statistik (BPS) Maret 2026 mencatat 22,93 juta penduduk miskin di Indonesia. Sebanyak 12,10 juta di antaranya tinggal di perdesaan.
Menurut data yang disampaikan Abdul Haris, tingkat kemiskinan perdesaan mencapai 10,67 persen, sementara di perkotaan sebesar 6,34 persen. Ia menilai kondisi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan kreativitas dalam menjawab persoalan sosial.
Abdul Haris mengatakan inovasi mahasiswa perlu menjawab persoalan nyata, termasuk kemiskinan dan keterbatasan akses ekonomi. Selain bantuan sosial, ia menekankan perlunya upaya memperkuat kemampuan masyarakat agar dapat memperbaiki kehidupan secara mandiri.
Ia juga mengingatkan bahwa kontribusi mahasiswa kepada masyarakat merupakan bagian dari Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Kemenko PM menggelar Liga Innovilleague 2026 untuk meningkatkan kontribusi perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat.
Kompetisi itu mempertemukan delapan tim finalis yang terpilih dari 415 tim, dengan total 1.245 peserta pendaftar. Para mahasiswa menjalankan program bersama masyarakat di Kepulauan Mentawai, Banyumas, Gunungkidul, Sidoarjo, Surabaya, Jember, Buleleng, dan Tomohon.
Program yang diusung mencakup pengelolaan limbah, pengembangan pangan lokal dan pariwisata, pendidikan anak, serta konservasi air. Penilaian final berfokus pada kontribusi mahasiswa, perubahan yang dirasakan masyarakat, dan keberlanjutan program setelah pendampingan berakhir.
Kemenko PM berharap Innovilleague dapat menghimpun praktik baik dari perguruan tinggi untuk dipelajari dan diterapkan di daerah lain. Menurut laporan yang sama, inovasi mahasiswa diharapkan dapat berkembang melampaui proyek kampus dan menjadi solusi yang relevan bagi kebutuhan masyarakat.