
Bawaslu Jajaki AI untuk Pengawasan Pemilu
23 menit yang lalu
Penelusuran aliran dana dan pemulihan kerugian dinilai penting dalam menangani jaringan kejahatan digital.
Terbit · 1 min read

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mendorong pengungkapan jaringan dan penelusuran aset untuk menangani kejahatan digital serta tindak pidana lintas negara. Menurut laporan ANTARA, hal itu disampaikan dalam pembekalan peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional Angkatan 70 di Lemhannas RI, Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Suyudi mengatakan perkembangan teknologi membuat pola kejahatan semakin kompleks dan melibatkan jaringan lintas negara. Ia mencontohkan dana hasil penipuan daring dapat dialirkan melalui sejumlah rekening, diubah menjadi aset digital, atau dipindahkan ke luar negeri untuk menyamarkan asalnya.
Ia juga menyebut tindak pidana perdagangan orang dapat berawal dari tawaran pekerjaan palsu. Korban kemudian dapat dipaksa terlibat dalam penipuan daring, perjudian daring, hingga tindak pidana narkotika.
Menurut Suyudi, penanganan kejahatan tidak cukup hanya dengan menangkap pelaku. Aparat juga perlu memutus aliran dana agar jaringan tidak terus berkembang.
“Penanganan kejahatan yang tidak hanya berfokus pada pelaku di lapangan, tapi juga yang lebih penting adalah pengungkapan jaringan, penelusuran aliran dana, dan pemulihan kerugian kepada masyarakat korban,” katanya.
Suyudi turut menyoroti penggunaan teknologi dalam penipuan, termasuk phishing, malware, ransomware, deepfake, dan kecerdasan artifisial. Ia mengatakan aparat penegak hukum perlu menyesuaikan kemampuan dengan perkembangan teknologi.
Dalam laporan yang sama, ANTARA menyebut Suyudi mengutip data Otoritas Jasa Keuangan bahwa kerugian penipuan transaksi keuangan yang dilaporkan melalui Indonesia Anti-Scam Center mencapai Rp9,1 triliun. Menurutnya, penanganan ancaman tersebut membutuhkan kerja sama Polri, OJK, perbankan, penyedia layanan telekomunikasi, layanan digital, serta kementerian dan lembaga terkait.
Suyudi mengatakan kerja sama internasional juga diperlukan untuk pertukaran informasi, koordinasi penyidikan, bantuan hukum timbal balik, dan pelacakan aset. Ia menilai penelusuran aset penting agar jaringan kejahatan tidak terus berkembang.