
Kopi Hangat Dapat Membantu BAB
14 menit yang lalu
Rasminto menilai manfaat program bergantung pada tata kelola, kesiapan usaha, dan kebutuhan masyarakat.
Terbit · 1 min read

Direktur Eksekutif Human Studies Institut (HSI) Rasminto menilai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) berpotensi memperkuat ekonomi serta kesejahteraan masyarakat desa dan pesisir. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu dalam diskusi evaluasi program prioritas nasional di Yogyakarta.
Diskusi terpumpun bertajuk “Evaluasi Implementasi Program Prioritas Nasional di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta” itu diselenggarakan HSI di Kampus INSTIPER Yogyakarta pada Kamis (29/10/2026).
Rasminto mengatakan keberhasilan program tidak cukup diukur dari pembangunan infrastruktur dan pembentukan kelembagaan. Menurutnya, program juga perlu mendorong kegiatan ekonomi produktif dan manfaat berkelanjutan.
Ia menjelaskan KDMP dapat menjadi wadah usaha bersama, memperkuat posisi tawar pelaku ekonomi kecil, dan memperpendek rantai distribusi barang dan jasa. Koperasi yang dikelola profesional, katanya, juga berpotensi memperluas akses permodalan, pemasaran, dan jaringan usaha.
Dalam evaluasi yang dibahas, terdapat KDMP di sejumlah desa di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, yang telah berusaha dengan dukungan kemitraan permodalan dari badan usaha milik daerah. Rasminto juga menyebut ada koperasi yang bangunannya telah tersedia, tetapi belum beroperasi dan masih menunggu peluncuran atau peresmian.
Menurut Rasminto, perbedaan kondisi tersebut menunjukkan perlunya kesiapan operasional, tata kelola yang jelas, dan kesinambungan usaha. Desa yang sudah beroperasi dapat menjadi sumber praktik baik, sementara desa yang belum berjalan perlu didampingi sesuai kendalanya, seperti pengurus, modal, model bisnis, atau koordinasi.
Ia menilai dukungan modal perbankan dapat membantu pengembangan koperasi, tetapi perlu disertai rencana usaha yang realistis, kemampuan pengelola, dan perhitungan risiko. Pengelolaan KDMP, lanjutnya, perlu berlandaskan gotong royong, kekeluargaan, demokrasi ekonomi, partisipasi anggota, transparansi, dan profesionalisme.
Untuk KNMP, Rasminto menyebut program itu berpeluang meningkatkan produktivitas perikanan, memperbaiki lingkungan permukiman pesisir, dan mendukung kesejahteraan keluarga nelayan. Ia menekankan pembangunan fisik perlu dihubungkan dengan pengembangan usaha agar manfaat program tidak berhenti pada perubahan kawasan.