
Jabar Salurkan Ayam Sentul dan DOC di Garut
12 menit yang lalu
BP BUMN dan Danantara membahas model bisnis Koperasi Desa Merah Putih, termasuk distribusi dan pembiayaan.
Terbit · 1 min read

Kepala BP BUMN sekaligus direktur operasional Danantara Dony Oskaria mengatakan pihaknya membahas penguatan model bisnis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono. Menurut laporan CNBC Indonesia yang terbit Selasa (27/10/2026), BP BUMN dan Danantara mendukung program tersebut.
Pembahasan mencakup perkembangan verifikasi dan validasi serta penyusunan model bisnis KDKMP.
Pembahasan tersebut ditujukan untuk memperlancar distribusi kebutuhan pokok sekaligus menggerakkan perekonomian desa. Dony mengatakan pembangunan koperasi tidak cukup hanya dengan menyiapkan bangunan dan sumber daya manusia.
Menurut Dony, membangun fasilitas fisik dan mengembangkan sumber daya manusia lebih mudah dibandingkan membangun model bisnis.
Salah satu hal yang dibahas adalah pembentukan pusat distribusi sebagai simpul penyaluran kebutuhan pokok. Menurut laporan yang sama, pengiriman barang direncanakan berdasarkan pesanan, sementara pembiayaan ditempatkan pada tingkat pusat distribusi.
Dony mengatakan barang perlu dikirim ke pusat distribusi berdasarkan pesanan, sedangkan pembiayaan berada di tingkat pusat distribusi.
Model bisnis KDKMP dirancang mencakup penyediaan barang kebutuhan masyarakat, akses pembiayaan, dan penyerapan hasil produksi masyarakat. Untuk mendukung fungsi tersebut, laporan itu menyebut kebutuhan infrastruktur logistik, termasuk gudang dan armada angkutan yang terintegrasi dengan sistem distribusi.
Pengembangan KDKMP melibatkan sinergi BP BUMN, Danantara, dan Kementerian Koperasi. Laporan CNBC Indonesia menyebut pengembangan itu diharapkan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga model bisnis yang terukur dan berkelanjutan.