
Bali Bahas Rencana Ekspor Sapi ke Timor Leste
12 menit yang lalu
Penanganan karhutla melibatkan koordinasi lintas pihak dan sejumlah upaya di Jawa Timur.
Terbit · 1 min read

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah lokasi di provinsi itu mengutamakan kerja sama untuk menekan risiko dan dampak terhadap masyarakat serta lingkungan. Menurut laporan ANTARA, Khofifah menyampaikan hal tersebut dalam keterangan resmi yang diterima di Kota Malang pada Jumat (23/10/2026) malam.
Khofifah menyebut karhutla tahun ini melanda beberapa kawasan, antara lain Taman Baluran, Gunung Raung, Gunung Argopuro, Gunung Bromo, dan Gunung Arjuno. Laporan itu tidak menyebutkan tanggal kejadian kebakaran.
Data situasi dan sebaran karhutla di Jawa Timur yang dikutip ANTARA mencatat 184 kejadian dengan luas lahan terbakar 11.449 hektare di 26 kabupaten. Sejumlah kawasan pegunungan yang terdampak meliputi Gunung Bromo, Arjuno, Semeru, Butak, dan Ijen.
Menurut laporan yang sama, koordinasi pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, dan masyarakat menjadi bagian dari upaya mitigasi serta penanganan karhutla.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah operasi modifikasi cuaca oleh Kementerian Kehutanan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Menurut laporan yang sama, upaya lain mencakup pengeboman air bersama BNPB dan penggunaan pesawat nirawak penyemprot air.
Khofifah mengatakan operasi modifikasi cuaca menyasar kawasan Gunung Ijen, Arjuno-Welirang, Gunung Butak, serta kawasan pegunungan lain yang menjadi perhatian dalam penanganan karhutla.
Ia juga menerbitkan Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor 400.8.1/37860/011.2/2026 tentang Pelaksanaan Istisqa sebagai dukungan terhadap pelaksanaan salat istisqa. Khofifah menyebut berbagai langkah itu sebagai bagian dari upaya terpadu untuk memperkuat penanganan karhutla.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.