
Jonatan Christie Hadapi Lakshya Sen di Final Hylo Open
12 menit yang lalu
Kunjungan Maruli mencatat kebutuhan warga, termasuk sumur bor, jalan desa, dan revitalisasi sekolah.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengunjungi Miangas pada 22 Oktober 2026. Ia meninjau Titik Nol, pos pengamanan, fasilitas lintas batas, dan sekolah.
Dalam kunjungan tersebut, kebutuhan warga yang dicatat meliputi sumur bor, jalan desa, dan revitalisasi sekolah. Miangas juga memiliki riwayat sengketa wilayah pada 1928 antara Belanda dan Amerika Serikat di Mahkamah Arbitrase Permanen.
Sepekan sebelum kunjungan, Presiden Prabowo Subianto melantik Maruli sebagai Wakil Panglima TNI sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil (BNPPDT). Menurut laporan yang sama, badan itu sejak 2010 mengelola perbatasan dan kini juga ditugasi memperhatikan daerah terpencil.
Menurut laporan yang sama, pengelolaan perbatasan untuk 2025–2029 mencakup 299 kecamatan prioritas: 204 kecamatan perbatasan dan 95 kecamatan dalam delineasi pusat kegiatan strategis nasional. Indikator perkembangannya meliputi pendidikan, kesehatan, pasar, air minum, dan sanitasi.
Laporan yang sama menyebut perencanaan berbasis kecamatan belum selalu menunjukkan kebutuhan tiap desa. Salah satu pekerjaan awal BNPPDT adalah menentukan ukuran daerah terpencil. Pada 26 Oktober 2026, BNPPDT dan Kantor Staf Presiden membahas pemetaan serta kriteria daerah terpencil sebagai dasar penyusunan rencana induk dan rencana aksi.
Menurut laporan yang sama, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut Enggano dan Nias saat serah terima kepemimpinan badan pada 19 Oktober 2026. Keduanya, seperti pulau perbatasan, menghadapi tantangan logistik laut, pelabuhan, dan akses yang bertumpu pada jalur terbatas.
Batas laut Indonesia dengan Filipina telah disepakati pada 2014 dan disahkan Indonesia melalui undang-undang pada 2017. BNPPDT disebut berperan menghubungkan kerja lintas instansi, sementara pembangunan teknis tetap dijalankan kementerian dan lembaga terkait.
Pada 28 Oktober 2026, BNPPDT bersama sejumlah kementerian membahas persiapan survei empat ruas jalan perbatasan di Kalimantan Utara. Menurut laporan yang sama, SD Negeri Miangas dibuka pada 5 Agustus 1976 dan ruang kelasnya direvitalisasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama prajurit TNI Angkatan Darat.