
Asako Miyashita Paparkan Lima Makanan Jepang
14 menit yang lalu
Rubio menyebut ketahanan energi, mineral kritis, teknologi, dan rantai pasok menjadi fokus pembahasan G20.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan pertemuan menteri luar negeri G20 berfokus pada ketahanan energi global, pasokan mineral kritis, dan kerentanan rantai pasok internasional di tengah ketegangan geopolitik.
Rubio menyampaikan hal itu pada penutupan pertemuan, Sabtu (31/10/2026). Dalam pernyataannya, ia menyebut pertemuan berlangsung di Atlanta dan membahas tantangan ekonomi, energi, teknologi, serta rantai pasok.
Rubio mengatakan Washington ingin mengembalikan G20 pada misi ekonomi awalnya, dengan memprioritaskan tantangan praktis yang berdampak terhadap perekonomian dunia.
Ia menekankan pentingnya akses terhadap mineral kritis yang dibutuhkan untuk teknologi canggih. Menurut Rubio, gangguan rantai pasok dapat berdampak luas terhadap pertumbuhan ekonomi dan biaya hidup sehari-hari.
Rubio menyebut negara-negara peserta memahami adanya tantangan tersebut, tetapi masih berbeda pandangan mengenai cara menanganinya. Ia mengatakan upaya lebih lanjut diperlukan untuk mencapai kesepakatan mengenai solusi.
Ketahanan energi dan kebebasan bernavigasi turut dibahas, terutama terkait serangan terhadap kapal komersial di Selat Hormuz dan jalur perairan strategis lainnya. Rubio memperingatkan ancaman terhadap jalur maritim dapat mengganggu pengiriman energi, pupuk, dan produk pertanian.
Gangguan pengiriman itu, menurut Rubio, dapat menimbulkan risiko lebih luas bagi ketahanan pangan. Pembahasan juga mencakup kerja sama kelompok Quad yang terdiri atas Amerika Serikat, India, Jepang, dan Australia, termasuk bidang mineral kritis, infrastruktur, serta keamanan maritim.