
Jateng Raih Mandaya Award untuk Penurunan Kemiskinan
13 menit yang lalu
Kondisi karhutla di Jambi membaik, sementara pembasahan lahan dikejar sebelum 2 November 2026.
Terbit · 1 min read

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyebut kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi membaik dibandingkan tiga pekan sebelumnya. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu saat berkunjung ke Jambi pada Selasa (27/10/2026).
Raja Juli mengatakan pemantauan melalui Sipongi tidak menemukan titik panas. Namun, pengecekan lapangan masih menemukan dua lokasi yang perlu ditangani.
Ia menyebut Jambi akan segera memasuki musim hujan. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang disampaikannya, curah hujan diperkirakan cukup tinggi hingga 2 November 2026.
Pemerintah akan memanfaatkan periode tersebut untuk mempercepat pembasahan lahan agar kondisi karhutla semakin terkendali. Upaya itu dilakukan dengan mengandalkan hujan, Teknologi Modifikasi Cuaca, serta pembasahan oleh pasukan di lapangan.
Raja Juli berharap upaya pembasahan dapat dimaksimalkan sebelum 2 November 2026. Ia menyatakan hujan alami dan Teknologi Modifikasi Cuaca akan diperkuat dengan kegiatan pembasahan di lapangan.
Setelah 2 November 2026, pemerintah berencana memperkuat patroli untuk mencegah munculnya titik api baru. Menurut laporan yang sama, patroli akan melibatkan TNI, Polri, Manggala Agni, kepolisian kehutanan, dan BPBD hingga musim hujan yang lebih besar tiba.
Raja Juli juga mengingatkan masyarakat agar tidak kembali membakar hutan dan lahan. Ia menyebut penanganan karhutla sebagai tanggung jawab bersama untuk mencegah munculnya titik api baru di Jambi.