
Sinopsis The Honest Thief di Bioskop Trans TV
13 menit yang lalu
Pembangunan Makodam di Godean direncanakan membutuhkan lahan sekitar sembilan hektare dan masih memerlukan survei serta koordinasi.
Terbit · 1 min read

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan rencana pembangunan Markas Komando Daerah Militer (Makodam) XXVI/Mataram di Godean harus mengikuti ketentuan dan prosedur administrasi. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.
Pernyataan tersebut disampaikan pada Selasa (27/10/2026), setelah Sultan menerima kunjungan Pangdam XXVI/Mataram Mayor Jenderal TNI Drajad Brima Yoga. Lokasi Makodam direncanakan berada di Godean, Kabupaten Sleman.
Sultan mengatakan proses pemanfaatan lahan perlu mengikuti mekanisme yang berlaku, termasuk melalui pemerintah kabupaten dan pemerintah kalurahan sesuai kewenangannya.
"Ya enggak ada masalah (pemanfaatan lahan untuk Makodam). Tapi itu tetap (melewati) proses administrasinya, harus. Itu saja," kata Sultan.
Sultan menyebut proses tersebut serupa dengan pembangunan Markas Polda DIY. "Ada aturannya. Ya sama dengan Polda (pembangunan Markas Polda DIY), sama prosesnya. Lewat kabupaten, kalurahan, kan gitu, sama," katanya.
Menurut laporan yang sama, Drajad mengatakan Godean direncanakan menjadi lokasi pembangunan Makodam dengan kebutuhan lahan sekitar sembilan hektare. Kompleks itu akan digunakan untuk markas komando, badan pelaksana, serta sebagian fasilitas perumahan.
Drajad mengatakan pembangunan lebih lanjut masih memerlukan survei lokasi, penyusunan rencana, dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta pemerintah kalurahan. Ia mengatakan akan melapor kepada Sultan terlebih dahulu sebelum berdiskusi dengan pihak-pihak terkait.
Makodam XXVI/Mataram merupakan satu dari enam kodam baru yang diresmikan pada 5 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 TNI.