
Wamentan Minta Pemda Atasi Disparitas Harga Cabai
14 menit yang lalu
Sekat sepanjang sekitar 3,2 kilometer dibuat untuk menghambat api dan melindungi habitat orangutan di Barito Utara.
Terbit · 1 min read

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau sekat bakar untuk menghambat penyebaran kebakaran hutan dan lahan serta melindungi habitat orangutan Kalimantan di Desa Paring Lahung, Kabupaten Barito Utara. Menurut laporan ANTARA, peninjauan dilakukan bersama pendiri Yayasan Kalaweit, Chanee Kalaweit.
Peninjauan berlangsung pada Sabtu (31/10/2026). Sekat yang ditinjau memiliki panjang sekitar 3,2 kilometer dan pembangunannya dimulai pada 11 September 2026.
Sekat dibuat untuk menghambat penjalaran api dan memberi ruang bagi tim di lapangan menangani kebakaran. Laporan ANTARA menyebut sekat itu menjadi pembatas antara area yang terbakar dan kawasan yang masih hijau.
Pendiri Yayasan Kalaweit, Chanee Kalaweit, mengatakan pembuatan sekat dilakukan setelah upaya pemadaman berulang selama sekitar 10 hari belum menghentikan api yang kembali menyala.
“Sebelum ambil keputusan ini (bikin sekat bakar) pernah berkomunikasi dengan Bapak Menteri, 10 hari sudah coba, padamin-padamin, cukup confident ternyata apinya nyala lagi,” kata Chanee kepada Menhut.
Menurut laporan yang sama, pembangunan sekat melibatkan Manggala Agni Kementerian Kehutanan, pemadam kebakaran, BPBD Barito Utara, masyarakat, dan pihak perusahaan. Perusahaan mendukung pekerjaan tersebut dengan menyediakan alat berat.
Chanee menilai sekat bakar dapat menjadi pengaman saat tim menghadapi api yang sulit dikendalikan. Ia juga menyebut penguatan personel untuk menjaga sekat penting setelah jalur itu selesai dibuat.
Menteri Kehutanan memberikan izin terbatas untuk penggunaan alat berat dalam pembuatan sekat dan mengerahkan Manggala Agni ke lokasi. Penggunaannya dibatasi agar tidak melampaui kebutuhan penanganan kebakaran.