
Prof Roike Daftar Bakal Calon Rektor Unsrat
14 menit yang lalu
Uji coba di Lamongan menghemat pakan dan meningkatkan kelangsungan hidup ikan serta pendapatan pembudidaya.
Terbit · 2 min read

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan teknologi kecerdasan buatan dan Internet of Things (AIoT) mampu meningkatkan produktivitas budi daya kerapu dan pendapatan pembudidaya di Lamongan. Menurut laporan ANTARA, Meutya menyampaikan hal itu saat menghadiri panen raya di Kampung Kerapu, Desa Labuhan, Kecamatan Brondong.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (3/11/2026) di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Meutya menjelaskan uji coba teknologi berbasis Internet of Things selama lima bulan menghasilkan penghematan pakan hingga 20 persen, peningkatan tingkat kelangsungan hidup ikan sebesar 16 persen, serta kenaikan pendapatan pembudidaya lebih dari 24 persen.
Teknologi itu membantu pembudidaya memantau kadar oksigen, tingkat keasaman atau pH, dan salinitas air tambak. Pemantauan tersebut mendukung pengelolaan lingkungan budi daya secara lebih terukur.
Menurut Meutya, program digitalisasi di sektor perikanan bertujuan mendukung asta cita Presiden terkait ketahanan pangan dan memberikan edukasi kepada petani serta pembudidaya di berbagai daerah. Teknologi yang dikembangkan bersama Habibie Garden merupakan karya insinyur lokal dan akan didukung dengan ketersediaan jaringan internet yang memadai.
Meutya juga menyetujui perpanjangan masa pendampingan program digitalisasi dan penggunaan fasilitas teknologi di Kampung Kerapu, dari semula delapan bulan menjadi satu tahun. Ia berharap pendampingan, peningkatan kapasitas, dan penerapan teknologi diperluas untuk sektor pertanian dan perikanan di Lamongan.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan teknologi digital membantu pembudidaya menjaga kesehatan ikan, menekan kematian, dan meningkatkan efisiensi operasional karena kondisi tambak dapat dipantau serta dikendalikan dari rumah. Ia menyebut harga jual kerapu di tingkat pembudidaya dapat mencapai Rp130 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram.
Yuhronur menambahkan teknologi SmartGreenhouse dikembangkan untuk mendukung budi daya melon premium di Lamongan. Pada 22 Juli 2026, Kementerian Komunikasi dan Digital bersama PT Venambak Kail Dipantara menyalurkan 150 unit aerator Venjet untuk modernisasi budi daya kerapu di wilayah setempat.
Kampung Kerapu memiliki tambak seluas lebih dari 300 hektare yang dikelola enam kelompok pembudidaya. Data Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan mencatat produksi kerapu pada 2025 mencapai 1.830,62 ton dengan nilai lebih dari Rp174 miliar; per September 2026, produksinya tercatat 1.481,5 ton, dengan harga Rp100 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram dan pemasaran hingga ekspor.