
Bocoran Spesifikasi OPPO Reno17 dan Reno17 Pro
12 menit yang lalu
Program 2027 mencakup normalisasi saluran sekunder dan rehabilitasi irigasi untuk mendukung pertanian.
Terbit · 1 min read

Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, memprioritaskan normalisasi saluran irigasi sekunder sepanjang 13 kilometer pada 2027. Menurut laporan ANTARA, program itu ditujukan untuk memperlancar aliran air ke kawasan pertanian dan mendukung produktivitas petani.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Cirebon Tommy Hendrawan menyampaikan rencana tersebut di Cirebon, Selasa (3/11/2026). Pemerintah daerah juga merencanakan rehabilitasi saluran sepanjang 1,2 kilometer pada 2027.
Tommy mengatakan rencana normalisasi dan rehabilitasi merupakan bagian dari upaya memperbaiki infrastruktur pengairan yang mendukung kegiatan pertanian. Ia menyebut program itu diharapkan membuat distribusi air ke lahan pertanian lebih merata.
Tommy mengatakan, “Di tahun 2027, saluran sekunder akan dilakukan proses normalisasi sepanjang 13 kilometer. Kemudian ada rehabilitasi juga sepanjang 1,2 kilometer.” Ia juga menyampaikan upaya menjaga ketersediaan air bagi petani dan mendukung kegiatan produksi pertanian di Kabupaten Cirebon.
Bupati Cirebon Imron mengatakan program tersebut melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai setempat, termasuk melalui normalisasi sungai di Kecamatan Panguragan. Menurut Imron, pekerjaan itu ditujukan untuk memperlancar aliran air yang sebelumnya terhambat karena kondisi saluran kurang baik.
Imron mengatakan kelancaran pengairan diharapkan berdampak pada frekuensi panen petani hingga dua kali dalam setahun. Ia juga menyebut normalisasi sungai diharapkan mengurangi risiko banjir saat hujan deras, ketika saluran tidak mampu mengalirkan air secara optimal.
Selain pengerukan sungai, pemerintah daerah merencanakan pembangunan Tembok Penahan Tanah pada 2027. Imron meminta masyarakat bersama pemerintah desa dan kecamatan menjaga saluran yang telah dinormalisasi agar tidak kembali dangkal atau tersumbat sampah.