
Polres Mesuji Ungkap Peredaran Narkoba dan Senpi Rakitan
8 menit yang lalu
Peneliti dugaan lokasi Bahtera Nuh itu mengaku pindah tempat tinggal setelah menerima ancaman.
Terbit · 1 min read

Andrew Jones, pendiri Noah's Ark Scans, mengaku pernah menerima ancaman pembunuhan saat meneliti dugaan lokasi Bahtera Nabi Nuh di Turki. Menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip CBN, ia kemudian meninggalkan apartemennya demi keselamatan.
Penelitian tim Jones berfokus pada dugaan lokasi bahtera tersebut di Turki. Laporan itu menyebut ancaman terjadi beberapa bulan sebelum berita diterbitkan pada Minggu (25/10/2026), tetapi tidak menyebutkan lokasi rumahnya.
Jones mengatakan proses penelitian menghadapi kendala perizinan selama bertahun-tahun. Ia menjelaskan bahwa pengajuan izin mengharuskan tim bekerja di bawah naungan universitas Turki dan bersama seorang profesor Turki.
Izin penelitian akhirnya diperoleh pada awal 2026. Jones menyebut timnya hanya memiliki waktu satu bulan untuk menggalang dana, mengatur kebutuhan, dan melibatkan orang-orang.
Menurut laporan yang sama, profesor yang terlibat dalam proyek itu disebut pengkhianat oleh sebagian orang. Tim juga menerima kecaman dari kelompok ateis dan agnostik.
Jones mengatakan seseorang mengetuk pintu rumahnya tengah malam dan mengancam akan membunuhnya. Ia menyebut kejadian semacam itu mulai berlangsung sejak awal 2026, tetapi motifnya belum diketahui.
Jones belum memastikan apakah ancaman tersebut berkaitan dengan proyek penelitian. Ia menilai situasi memburuk setelah tim mengumumkan telah memperoleh izin penelitian.
Setelah kejadian berulang, Jones memilih meninggalkan apartemennya dan kini tinggal bersama seorang teman sebagai langkah pencegahan. Ia menyatakan tidak berencana menghentikan pencarian Bahtera Nabi Nuh.