
Rodri Diperkirakan Absen Sebulan karena Cedera
16 menit yang lalu
Dua kapal tunda mendukung simulasi kebakaran dan evakuasi di Pelabuhan Tanjung Perak.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, PT Pelindo Marine Service menyiagakan kapal tunda dan personel operasional untuk mendukung keselamatan pelayaran serta penanganan keadaan darurat menjelang Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Kesiapan itu mencakup pemeriksaan armada, personel, dan peralatan pendukung.
Simulasi kebakaran kapal dan evakuasi penumpang berlangsung di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Dalam latihan yang diselenggarakan KSOP Utama Tanjung Perak itu, Pelindo Marine mengerahkan KT Jayanegara 306 dan KT Jayanegara 308.
Kedua kapal menjalankan peran berbeda dalam skenario kebakaran KMP Kirana VII, milik PT Dharma Lautan Utama, yang melayani rute pulang-pergi Surabaya-Lembar, Lombok. Nakhoda KT Jayanegara 308, Capt. Ade Aulia Rahman, menjelaskan Jayanegara 306 bertugas memadamkan api menggunakan sistem pemadam kebakaran kapal.
Sementara itu, Jayanegara 308 menjaga dan menahan posisi kapal agar tetap stabil selama penanganan darurat dan evakuasi penumpang. Pembagian tugas tersebut dirancang untuk mendukung pemadaman sekaligus menjaga kestabilan kapal dalam skenario latihan.
Direktur Komersial, Operasi, dan Teknik PT Pelindo Marine Service Elvin Syah Putra mengatakan kesiapsiagaan juga diperkuat di 56 area operasional perusahaan lainnya di Indonesia. Ia menyatakan, “Tidak hanya di Tanjung Perak, kesiapsiagaan juga kami perkuat di 56 area operasional Pelindo Marine lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia, sehingga seluruh armada dan personel siap memberikan respons cepat serta pelayanan yang aman dan andal selama periode Nataru,” ujarnya di Surabaya, Rabu (4/11/2026).
Kepala KSOP Utama Tanjung Perak Lollan Andy Sutomo Panjaitan mengatakan latihan itu menguji kesiapan personel, armada, dan koordinasi antarinstansi untuk menghadapi kemungkinan keadaan darurat selama pelayaran. Ia menyebut, “Latihan penanganan kebakaran menjadi momentum krusial untuk melatih komunikasi dan respons cepat semua pihak, sebab keselamatan pelayaran dan budaya keselamatan adalah harga diri kita bersama,” katanya.
Latihan tersebut juga melibatkan Basarnas, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara, TNI Angkatan Laut, PT Dharma Lautan Utama, serta pemangku kepentingan maritim lainnya. Elvin berharap kesiapan lintas instansi dan dukungan armada dapat mempercepat penanganan darurat serta menjaga keselamatan penumpang dan kelancaran transportasi laut selama libur Natal dan Tahun Baru.