
Taj Yasin Siapkan Rorak di Gunung Muria
18 menit yang lalu
Pemeriksaan 2.140 kapal, penguatan layanan, dan koordinasi posko menjadi bagian dari persiapan angkutan laut Nataru.
Terbit · 2 min read

Kementerian Perhubungan menyiapkan penguatan armada, fasilitas pelabuhan, layanan penumpang, dan pengawasan keselamatan untuk angkutan laut Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Menurut laporan ANTARA, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Samsuddin menyampaikan persiapan itu dilakukan untuk mendukung perjalanan yang aman dan lancar.
Dalam laporan yang diterbitkan di Jakarta pada Rabu (4/11/2026), Samsuddin mengatakan persiapan mencakup angkutan laut dan penyeberangan. Ia menyebut keselamatan sebagai prioritas, seiring dengan peningkatan mobilitas masyarakat pada masa libur akhir tahun.
Ditjen Perhubungan Laut melaksanakan uji kelaiklautan terhadap 2.140 kapal pada 1–30 November 2026. Pemeriksaan meliputi alat keselamatan dan pemadam kebakaran, jalur evakuasi, mesin, navigasi, serta kesiapan awak menghadapi keadaan darurat.
Menurut laporan yang sama, pelaksanaan latihan keselamatan dan pemeriksaan mandiri juga diperkuat. Samsuddin meminta unit pelaksana teknis memastikan pemeriksaan menyeluruh dan menindaklanjuti temuan; kapal yang belum memenuhi syarat keselamatan tidak boleh beroperasi.
Posko Terpadu Angkutan Nataru direncanakan beroperasi pada 18 Desember 2026 hingga 6 Januari 2027, sementara pemantauan data angkutan berlangsung sampai 8 Januari 2027. Kemenhub juga menyiapkan penyesuaian jumlah dan jadwal kapal pada rute yang berpotensi mengalami lonjakan permintaan, serta menyiagakan kapal cadangan dan kapal negara.
Menurut laporan yang sama, Ditjen Perhubungan Laut akan memperkuat optimalisasi tiket daring dan pencatatan manifest secara waktu nyata untuk mencegah kelebihan kapasitas. Pengendalian kepadatan pelabuhan juga mencakup pengaturan akses, sistem satu pintu, dan optimalisasi zona penyangga; operator dapat membatasi atau menghentikan penjualan tiket jika kapasitas kantong parkir penampungan terpenuhi.
Sebagai acuan, evaluasi angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026 mencatat 2,5 juta penumpang laut, naik 33,60 persen dari periode sebelumnya. Pada rute tertentu, kebutuhan angkutan saat puncak meningkat sekitar 50–60 persen dibandingkan kondisi normal. Kemenhub juga memperkuat koordinasi dengan BMKG untuk memantau cuaca dan kondisi perairan; syahbandar berwenang menunda keberangkatan jika cuaca tidak memenuhi persyaratan keselamatan.
Pemerintah menyiapkan diskon tarif dasar 30 persen bagi penumpang kelas ekonomi pada 25 trayek kapal penugasan Pelni, dengan sasaran 414.630 penumpang untuk keberangkatan 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027. Untuk penyeberangan, stimulus yang disiapkan berupa penghapusan seluruh komponen tarif jasa kepelabuhanan di 14 lokasi pelabuhan; Samsuddin menyebut kelancaran angkutan memerlukan kerja sama operator, pemerintah daerah, BMKG, TNI/Polri, Basarnas, dan pihak terkait lainnya.