
Pemerintah Evaluasi Ekspor Satu Pintu lewat DSI
14 menit yang lalu
Cakupan terapi pencegahan TBC di Jakarta naik dari di bawah 5 persen menjadi lebih dari 26 persen.
Terbit · 1 min read

Kementerian Kesehatan menyebut pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) di Jakarta meningkat dari di bawah 5 persen dalam dua hingga tiga tahun sebelumnya menjadi lebih dari 26 persen. Menurut laporan ANTARA, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengatakan peningkatan itu menunjukkan penguatan upaya pencegahan TBC.
Benjamin menyampaikan hal itu di Jakarta pada Selasa (3/11/2026), saat pemantauan dan evaluasi program penanggulangan TBC di Kecamatan Taman Sari.
Ia mengatakan penanggulangan TBC di Indonesia relatif baik dalam pengobatan pasien, tetapi pencegahan melalui pelacakan kontak erat dan pemberian obat masih perlu diperkuat. Pencegahan, menurutnya, dapat menghindari kasus baru berkembang menjadi penyakit.
Benjamin mengatakan Jakarta memiliki fasilitas kesehatan berupa puskesmas, rumah sakit, dan puskesmas pembantu yang dapat dimanfaatkan untuk mempercepat eliminasi TBC.
“Jakarta memiliki fasilitas kesehatan yang cukup lengkap, mulai dari puskesmas, rumah sakit hingga Puskesmas Pembantu. Potensi ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat eliminasi TBC. Kita perlu terus mengevaluasi kelemahan dan memperbaiki strategi agar program ini semakin menjangkau masyarakat,” katanya.
Ia juga menyoroti tantangan pelacakan kontak erat karena banyak warga beraktivitas di luar rumah. Untuk memperluas jangkauan penemuan kasus dan pencegahan, diperlukan kolaborasi pemerintah daerah, puskesmas, rumah sakit, dan pemerintah wilayah.
Kementerian Kesehatan mendorong kerja sama lintas sektor, peningkatan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan, serta penguatan pelacakan kontak erat dan pemberian obat pencegahan. Langkah-langkah itu disebut sebagai bagian dari upaya mempercepat eliminasi TBC.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan dukungan Kementerian Kesehatan dan program penelusuran TBC terintegrasi dengan JKG dapat menjadi momentum untuk mempercepat pencapaian target pengendalian TBC di Jakarta. “Tantangan berikutnya adalah memperkuat pencegahan agar kasus TBC tidak terus muncul pada tahun-tahun berikutnya,” katanya.